
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menutup pintu kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang. Trump mengatakan, hanya penyerahan tanpa syarat Iran yang akan mengakhiri serangan AS dan Israel ke negara tersebut.
“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Jumat (6/3) seperti dikutip dari The Guardian.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kekuatan AS untuk menghadapi Iran akan meningkat secara dramatis. Sedangkan Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel Eyal Zamir mengatakan mereka memasuki fase baru serangan ke Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mengakui adanya sejumlah negara yang menawarkan mediasi kepada Iran. Meski demikian, ia meminta mediasi ditujukan kepada negara yang memutuskan untuk menyerang Iran.
Baca juga:
- Trump Ingin Tentukan Pemimpin Tertinggi Iran, Tolak Anak Kedua Khamenei
Reaksi masyarakat Iran setelah Ayatollah Khameini meninggal (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Pernyataan Pezeshkian disampaikan dalam akun X-nya pada Jumat (6/3). Dalam pernyataannya, dia mengaku berkomitmen pada perdamaian di kawasan. Namun, Pezeshkian mengingatkan bahwa Negeri Mullah siap membela kedaulatannya sendiri.
“Mediasi harus ditujukan kepada mereka yang meremehkan rakyat Iran dan memicu konflik ini,” kata Pezeshkian.
Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian di tengah munculnya inisiatif untuk menghentikan perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Salah satu yang menawarkan diri untuk memediasi konflik adalah Presiden Prabowo Subianto. Prabowo telah bersepakat dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk berusaha terbang ke Teheran demi meredam konflik tersebut.