Laba bersih Alamtri Resources Indonesia (ADRO) anjlok 67,56% pada tahun 2025

Ifonti.com JAKARTA. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penurunan kinerja keuangan pada tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ADRO mengalami penurunan pendapatan usaha sebesar 10,10% year on year (yoy) menjadi US$ 1,87 miliar pada akhir 2025. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan usaha ADRO tercatat sebesar US$ 2,08 miliar.

Mayoritas pendapatan usaha ADRO pada 2025 berasal dari segmen jasa pertambangan yakni sebesar US$ 1,01 miliar. ADRO juga meraih pendapatan segmen pertambangan sebanyak US$ 968,80 juta dan pendapatan lain-lain sebesar US$ 60,52 juta. Seluruh pendapatan tersebut kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar US$ 162,13 juta.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 35.000 Menjadi Rp 3.059.000 per Gram, Sabtu (7/3)

Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan ADRO meningkat 3,33% yoy menjadi US$ 1,24 miliar pada 2025, dari periode sebelumnya yakni US$ 1,20 miliar.

Hasil ini membuat laba bruto ADRO terkikis 27,16% yoy menjadi US$ 636,64 juta pada 2025, dari tahun sebelumnya yakni US$ 874 juta.

Laba usaha ADRO juga berkurang 27,24% yoy menjadi US$ 517,58 juta pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 711,40 juta.

Hasil ini terjadi di tengah penurunan beban usaha ADRO sebesar 23,66% yoy menjadi US$ 107,15 juta pada 2025, dari tahun sebelumnya yaitu US$ 140,36 juta. Beban lain-lain ADRO juga menurun 46,45% yoy dari US$ 22,24 juta pada 2024 menjadi US$ 11,91 juta pada 2025.

Wall Street Anjlok Imbas Pasar Kerja AS yang Melemah dan Kenaikan Harga Minyak

ADRO mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 447,69 juta pada akhir 2025. Angka ini merosot 67,56% yoy dibandingkan tahun 2024 yaitu US$ 1,38 miliar.

Hingga akhir 2025, ADRO memiliki total aset sebanyak US$ 6,82 miliar yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 1,81 miliar dan ekuitas sebesar US$ 5 miliar.