
Ifonti.com – , JAKARTA — Grup Salim melalui afiliasinya PT Pesona Sukses Cemerlang terpantau mengutak-atik kepemilikannya di PT Amman Mineral Internasional Tbk., dengan melepas sebanyak 29 juta lembar saham emiten tambang tembaga dan emas berkode AMMN tersebut.
Mengacu pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan Grup Salim di AMMN melalui Pesona Sukses Cemerlang per 9 Maret 2026 tercatat turun menjadi 4,53 miliar lembar (4.539.377.112) atau setara dengan 6,26%.
Sementara itu, per 6 Maret 2026 Pesona Sukses Cemerlang tercatat masih menggenggam sebanyak 4,55 miliar lembar (4.558.377.112) atau setara dengan 6,29%.
Jika dicermati lebih lanjut, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Desember 2025, kepemilikan Pesona Sukses Cemerlang di saham AMMN hingga akhir 2025 masih sekitar 4,53 miliar lembar (6,26%).
Artinya, transaksi lego saham sebanyak 29 juta lembar yang dilakukan Pesona Sukses Cemerlang beberapa waktu lalu menjadi yang pertama kali di tahun ini.
: Prospek Saham AMMN, MDKA, dan ANTM Kala Harga Ekspor Tembaga Naik Februari 2026
Hanya saja, belum ada penjelasan lebih terperinci mengenai harga jual dan tujuan transaksi yang dilakukan Pesona Sukses Cemerlang.
Namun, jika merujuk pergerakan harga saham AMMN pada 9 Maret 2026 ketika itu sekitar Rp5.675—Rp5.725 per lembar. Dengan demikian, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp164,57 miliar—Rp166,02 miliar.
Adapun, pada perdagangan hari ini saham AMMN dibuka naik 1,82% ke harga Rp5.600 per lembar setelah kemarin ditutup di level Rp5.500 per lembar. Hingga pukul 09.50 WIB saham AMMN bergerak di rentang harga Rp5.425—Rp5.650 sebelum akhirnya bertengger di level Rp5.500 per lembar.
Dengan harga tersebut, saham AMMN tercatat turun 1.300 poin atau -19,12% sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026 dan melemah 2.675 poin atau -32,71% dalam 6 bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp398,85 triliun.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.