Cek proyeksi dan sentimen penggerak IHSG untuk hari ini (13/3)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini (13/3/2026).

Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). IHSG terkoreksi 0,37% atau turun 27,28 poin ke level 7.362,12 setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memproyeksi, IHSG konsolidatif pada hari ini.

Menurut Nico, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen global, terutama rilis data inflasi serta ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Usai BBCA & BBNI, Ini Saham Bank Besar yang Diprediksi Umumkan Dividen Jumbo

“Sentimen mengenai data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika malam nanti menjadi perhatian pelaku pasar dan investor,” ujarnya.

Sementara itu Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menjelaskan, pelemahan IHSG pada Kamis (12/3/2026) karena aksi ambil untung dari pelaku pasar pada sesi siang. 

“JCI membalikkan kenaikan sebelumnya dan ditutup melemah karena aksi ambil untung muncul di sesi siang, sementara penurunan beberapa saham berkapitalisasi besar dan sentimen hati-hati di tengah ketegangan geopolitik global membebani indeks,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan mayoritas bursa Asia-Pasifik juga bergerak melemah seiring volatilitas harga minyak dunia dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kondisi tersebut tetap terjadi meskipun Amerika Serikat dan sekutunya mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah darurat untuk menenangkan pasar energi.

Dari sisi sektoral, saham sektor keuangan, teknologi, dan transportasi menjadi penopang utama penguatan indeks. Sebaliknya, sektor bahan baku, properti, serta konsumen siklikal mencatatkan tekanan terbesar pada perdagangan hari itu.

Nico menambahkan, pelemahan IHSG juga dipengaruhi meningkatnya risiko inflasi global seiring kenaikan harga minyak serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat.

Empat Emiten Bersiap Rights Issue di 2026, Ini Saran untuk Investor

“Bursa Asia didominasi pelemahan seiring menguatnya indeks dolar dan harga minyak kembali naik yang meningkatkan risiko inflasi global serta meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat,” jelasnya.

Dari sisi domestik, pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rapat kebijakan moneter Bank Indonesia pekan depan. Investor menilai arah kebijakan suku bunga masih akan menjadi faktor penting bagi pergerakan pasar saham domestik.

Secara teknikal, Wafi menilai, IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Indeks diperkirakan bergerak pada rentang support di 7.300 hingga resistance di 7.450 dalam jangka pendek.