
Ifonti.com LONDON. Harga minyak mentah terjun bebas dan langsung anjlok lebih dari 13% setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan memerintahkan militer untuk menunda serangan apa pun terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Senin (23/3/2026) pukul 18.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 turun sekitar US$ 17 atau 15%, ke level terendah sesi di US$ 96 per barel.
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2026 juga anjlok US$ 13, atau sekitar 13,5%, ke level terendah sesi di US$ 85,28 per barel.
Padahal di awal perdagangan sesi Asia, harga minyak mentah acuan kompak menguat. Bahkan Brent tetap bertahan di atas US$ 100 per barel.
Harga Tembaga Meroket! Disokong Rencana Trump Tahan Serangan Iran
Keperkasaan harga minyak datang setelah Trump dan Iran saling balas ancaman. Sebelumnya pada Sabtu (21/3/2026), Presiden AS Donald Trump mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Sementara Iran pun membalas pernyataan tersebut dan berniat untuk menghancurkan pembangkit listrik di Israel dan pembangkit di kawasan Teluk yang memberikan akses listrik ke pangkalan militer AS.
Krisis di Timur Tengah lebih buruk daripada dua guncangan minyak tahun 1970-an jika digabungkan, kata Fatih Birol, direktur eksekutif Badan Energi Internasional, pada hari Senin.
Perang telah merusak fasilitas energi utama di Teluk dan hampir menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair global.
Para analis memperkirakan kerugian produksi minyak sebesar 7 juta hingga 10 juta barel per hari di Timur Tengah.