
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons menguatnya Indeks Saham Gabungan (IHSG) setelah libur Lebaran 2026. IHSG dibuka sempat turun 31,199 poin atau 0,44 persen ke level 7.075. Lalu, pergerakannya menguat.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG sesi I menguat 92,358 poin atau 1,30 persen ke level 7.199,197. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 7.057 hingga 7.212. Volume transaksi mencapai 25,935 miliar saham dan nilai transaksi Rp 13,302 triliun. Sebanyak 532 saham menguat, 181 melemah, dan 105 stagnan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pergerakan positif IHSG menjadi sinyal awal kembalinya kepastian di pasar.
“Kalau kita lihat pagi ini ya, IHSG kita tetap ada di teritori positif. Setelah memasuki masa liburan dan cuti bersama panjang di Idul Fitri kemarin. Kita berharap ini juga cerminan dari kembali adanya kepastian, terutama dari investor kita semua yang mencermati perkembangan geopolitik terakhir” kata Hasan ketika ditemui di Gedung BEI Jakarta, Rabu (25/3).
“Kita tentu berharap kondisi ini akan terus bertahan semakin baik. Pasar tentu akan merespons setiap kali ada perkembangan,” tambahnya.
Hasan menegaskan pasar membutuhkan kepastian arah ke depan agar pergerakan dapat lebih stabil. Di tengah volatilitas tinggi yang juga terjadi di pasar global dan regional, OJK mengimbau investor tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan.
“Dan tentu dalam kondisi kolektivitas tinggi yang saya kira tidak unik di pasar saham Indonesia tapi juga terjadi di hampir seluruh pasar saham regional dan global maka tentu investor kita harapkan tetap tenang,” kata Hasan.
Dalam jangka menengah hingga panjang, OJK tetap optimistis pasar modal Indonesia memiliki prospek yang menarik sebagai alternatif investasi.
“Kami tentu secara jangka menengah panjang terus akan memastikan bahwa bursa saham kita memiliki potensi yang sangat menjanjikan sebagai sarana alternatif investasi terbaik di luar instrumen keuangan lainnya di Tanah Air,” tutur Hasan.