
Awal musim kemarau 2026 menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di mayoritas wilayah Indonesia diprediksi akan lebih cepat dari rata-rata klimatologisnya. Hal ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026, yang saat ini telah beralih ke fase netral dan berpotensi berkembang menuju El Niño pada pertengahan tahun.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada di angka -0,28 (netral) dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026. Meski demikian, memasuki pertengahan tahun, peluang terbentuknya El Niño dengan kategori lemah hingga moderat mencapai 50–60 persen pada semester kedua tahun ini perlu diwaspadai.
“Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 7% wilayah Indonesia (49 ZOM) mengalami Musim Kemarau,” tulis BMKG sesuai update data 31 Maret 2026 lalu.
Kapan Awal Musim Kemarau 2026? Kapan Awal Musim Kemarau 2026 (Freepik.com)
Baca juga:
- Musim Kemarau 2026 Menurut BMKG akan Datang Lebih Awal
- Kapan Musim Kemarau 2025? Berikut Hasil Analisa dari BMKG
- BMKG Minta Jawa Tengah Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Musim Kemarau
Melansir BMKG.go.id, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April (114 ZOM; 16,3%), Mei (184 ZOM; 26,3%), hingga Juni 2026 (163 ZOM; 23,3%), yang diawali dari kawasan Nusa Tenggara sebelum meluas ke daerah lainnya.
Permulaan musim kemarau di banyak wilayah diprediksi terjadi lebih cepat dari biasanya atau maju (325 ZOM; 46,5%), sementara sebagian lainnya diperkirakan berlangsung sesuai kondisi normal (173 ZOM; 23,7%).
Selama periode kemarau, mayoritas wilayah Indonesia (451 ZOM; 64,5%) diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal, sehingga kondisi cenderung lebih kering dibandingkan umumnya.
Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah (429 ZOM; 61,4%) diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Selain itu, waktu puncak kemarau di banyak daerah diperkirakan datang lebih awal (410 ZOM; 58,7%), sementara sebagian lainnya tetap sesuai pola normal (142 ZOM; 20,3%). Durasi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia (400 ZOM; 57,2%) juga diperkirakan lebih panjang dari biasanya.
Terkait pertanyaan kapan awal musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan lebih awal dari biasanya, yaitu April hingga Juni 2026 secara bertahap. Dimulai dari wilayah Nusa Tenggara dan meluas ke daerah lainnya, dengan kondisi yang cenderung lebih kering, serta durasi kemarau yang berpotensi lebih panjang.