Pilah-pilih saham pelat merah keluarga Danantara, tahan tekanan global?

Ifonti.com , JAKARTA — Saham pelat merah yang tercermin lewat indeks IDX BUMN20 tampil tahan banting di tengah koreksi pasar modal pada awal tahun ini. Apresiasi terhadap saham BUMN seiring dengan upaya pemerintah menyehatkan emiten pelat merah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/4/2026), IDX BUMN 20 tercatat melemah 8,94% year to date (YtD) ke level 346,96. Penurunan tersebut relatif lebih terbatas dari performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 19,38% YtD menjadi 6.971,02 ataupun LQ45 yang turun 17,12% YtD.

Kondisi itu setidaknya mencerminkan adanya ketahanan saham pelat merah di tengah tekanan pasar. Seiring koreksi tersebut, prospek IDX BUMN 20 masih menarik dicermati terutama dari sisi valuasi dan peluang akumulasi selektif.

: Danantara Benahi Konsorsium BUMN, Dony Oskaria: WIKA Dikembalikan ke Core Bisnis

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menyampaikan bahwa prospek IDX BUMN 20 hingga paruh pertama 2026 diperkirakan bakal mengalami penguatan terbatas. Pergerakan ini utamanya didorong oleh dominasi saham sektor perbankan dalam konstituen indeks tersebut.

“Katalis utamanya adalah musim pembagian dividen, rilis laporan keuangan kuartal I/2026, serta progres restrukturisasi utang pada sejumlah BUMN yang tengah bermasalah,” ucap Wafi kepada Bisnis, Rabu (8/4/2026). 

KISI Sekuritas lantas merekomendasikan sejumlah saham BUMN yang dinilai prospektif dari sisi fundamental maupun valuasi yang sudah terdiskon.

Sektor perbankan dinilai tetap menjadi pilihan utama dengan rekomendasi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). 

Wafi menyebutkan ketiganya memiliki fundamental tangguh dengan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang stabil, rasio dana murah (current account saving account/CASA) kuat, serta potensi dividen tinggi.

“Secara valuasi, rasio price to book value atau PBV bank-bank besar tersebut sudah sangat murah atau terdiskon,” pungkas Wafi.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. – TradingView

Selain saham perbankan, emiten telekomunikasi yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut dijagokan berkat posisi monopoli infrastruktur dan arus kas yang solid, dengan status valuasi yang masih undervalued.

Sementara itu, untuk saham BUMN sektor konstruksi dan farmasi, Wafi menyarankan investor untuk tetap bersikap wait and see hingga proses restrukturisasi tuntas dan perbaikan neraca keuangan terlihat secara nyata.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.