Harga buyback emas Antam naik 11,31% hingga Minggu (12/4)

Ifonti.com , JAKARTA – Harga buyback emas Antam tercatat telah mengalami kenaikan 11,3% pada periode berjalan 2026.

Berdasarkan data Logam Mulia Minggu (12/4/2026), harga buyback emas Antam dibanderol Rp2.627.000. Posisi itu tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Dengan posisi itu, harga acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram itu telah menguat 11,31% untuk periode berjalan 2026.

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

: : Ramalan Nasib Pergerakan Harga Emas Pekan Ketiga April 2026

Sebagaimana diketahui, pergerakan harga buyback emas Antam sejalan dengan mahar logam mulia di pasar global.

Dalam laporan Bisnis sebelumnya, harga emas mencatat kinerja bulanan terburuk dalam lebih dari satu dekade terakhir. Sepanjang Maret 2026, harga emas ambles 12% ke US$4.608 per troy ounce, menjadikannya koreksi terdalam sejak Juni 2013.

: : Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Minggu 12 April 2026

Laporan terbaru World Gold Council (WGC) yang bertajuk “Anatomi Penurunan Harga Emas” mengungkapkan bahwa pelemahan tersebut terjadi terhadap seluruh mata uang utama. Meski demikian, secara tahunan atau year on year (YoY), emas sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Model atribusi bulanan WGC, GRAM, menunjukkan bahwa kejatuhan harga ini didorong oleh kombinasi faktor momentum negatif, arus keluar dana dari ETF emas global, hingga aksi lepas posisi (long unwind) di bursa berjangka COMEX.

Pemicu utama penurunan harga adalah arus keluar dana dari ETF emas global yang mencapai US$12 miliar atau setara dengan 84 ton emas sepanjang Maret.

Amerika Utara menjadi wilayah dengan kontribusi penguapan dana terbesar, yakni US$14 miliar (-87 ton) disusul oleh Eropa sebesar US$0,1 miliar (-7 ton).

Menariknya, di tengah tren jual di Barat, investor di Asia justru memanfaatkan momentum koreksi ini untuk melakukan aksi beli saat harga rendah. 

“Arus masuk di Asia mencapai US$1,9 miliar. Ini menjadi kontributor positif yang mencerminkan kuatnya minat beli di Asia meskipun tonasenya lebih kecil dibandingkan aksi jual di wilayah lain,” tulis WGC, dikutip Sabtu (11/4/2026).