Dharma Henwa (DEWA) beberkan rencana IPO anak usaha Gayo Mineral Resources

Ifonti.com , JAKARTA — Emiten Grup Bakrie PT Dharma Henwa Tbk. (DEWA) berencana untuk membawa anak usahanya melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), yaitu Gayo Mineral Resources (GMR).

Direktur Dharma Henwa Ricardo Silaen menjelaskan Dharma Henwa memiliki anak perusahaan yaitu Gayo Mineral Resources yang merupakan aset eksplorasi emas dan tembaga di Aceh. Menurut Ricardo, pihaknya ingin mengembangkan aset tersebut dalam jangka menengah dan panjang.

“Salah satu metode untuk bisa mengembangkan, kami butuh funding, monetisasi. Tentu saja IPO adalah salah satu opsi yang memang kami pertimbangkan,” ucap Ricardo, dalam siaran Samuel Sekuritas, bertajuk Prospek DEWA hingga IPO Anak Usaha.

: Investor Kakap yang Lepas dan Tampung Saham Darma Henwa (DEWA)

Ricardo menjelaskan secara jangka panjang, DEWA ingin menjadi perusahaan holding investasi dengan bisnis seperti kontraktor bisnis dan mengembangkan aset di Gayo.

Ricardo juga menyebutkan DEWA ingin mengembangkan Bisnis melampaui grup dan batu bara, dengan masuk ke bisnis mineral lainnya.

: : Darma Henwa (DEWA) Tuntaskan Buyback Rp950 Miliar, Serap 4,03% Saham Beredar

“Indonesia sebagai salah satu produser terbesar dari banyak mineral, ada nikel, bauksit, itu yang kalau ada kesempatan ingin kami garap,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan saat ini, performa Dharma Henwa lebih baik dibandingkan dengan kompetitor, dengan operasional yang tumbuh sangat baik, dan keuangan secara year-on-year basis cenderung tumbuh signifikan.

: : Emiten Grup Bakrie Darma Henwa (DEWA) Raup Laba Rp239,14 Miliar, Tumbuh 519,28%

Ricardo membandingkan, kompetitor DEWA secara keuangan tumbuh cenderung flat atau malah menurun.

“Jadi menurut kami, kami percaya bahwa ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mengambil kesempatan. Ketika kompetitor kami tidak bisa melayani klien, kami siap baik dari sisi kapasitas maupun dari sisi pendanaan,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam siaran Cuan Lovers Community, Ricardo juga menuturkan DEWA akan menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp4,3 triliun, yang sebagian akan digunakan untuk menambah kapasitas di proyek KPC dan Arutmin. Sebagian lagi akan dibelanjakan untuk mendukung eksplorasi GMR yang seluruh tahapannya diharapkan tuntas pada 2027.

“Mungkin setelah cadangannya sudah confirm, monetisasi untuk funding, GMR bisa kami mulai operasikan secara komersial pada 2029,” tutur Ricardo.

Adapun Analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dan Fadhlan Banny dalam risetnya menjelaskan pihaknya memberikan rekomendasi beli terhadap saham DEWA, dengan target harga Rp800. Menurut Samuel Sekuritas, kenaikan proyeksi laba memperkuat potensi kenaikan valuasi DEWA.

“Dalam siklus saat ini, kami menegaskan kembali rekomendasi BELI dengan target harga yang lebih tinggi sebesar Rp800, dari sebelumnya Rp350 per saham,” tulis Samuel Sekuritas.

Samuel Sekuritas menaikkan proyeksi laba 2025 sebesar 20,9% seiring pengelolaan biaya yang lebih baik dari ekspektasi, adanya pendapatan satu kali (one-off), serta tarif pajak efektif yang lebih rendah. 

Untuk periode 2026–2027, Samuel Sekuritas mengambil pandangan yang lebih optimistis dengan memasukkan volume yang lebih tinggi dari perkiraan, seiring tambahan klien di luar BUMI serta kontrak terkait batu bara.

“Potensi kenaikan lebih lanjut dapat berasal dari kemungkinan penemuan sumber daya emas di Gayo, Aceh,” katanya. 

Adapun risiko utama terhadap rekomendasi ini meliputi perlambatan peningkatan volume, keterlambatan kedatangan armada, serta pengembangan sumber daya Gayo yang lebih lama dari perkiraan.

Darma Henwa Tbk – TradingView ______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.