Kebijakan B50 jadi sentimen positif, saham CPO diproyeksi menguat

Ifonti.com JAKARTA. Implementasi kebijakan biodiesel B50 diperkirakan menjadi katalis positif bagi kinerja emiten kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), seiring dengan potensi kenaikan permintaan domestik dan penguatan harga CPO global.

Pemerintah telah mengumumkan bahwa penerapan mandatori biodiesel 50% (B50) akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini dinilai akan mengubah struktur permintaan CPO di dalam negeri secara signifikan.

B50 Dorong Permintaan Domestik CPO

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai implementasi B50 berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten CPO.

“Kebijakan ini meningkatkan permintaan domestik secara signifikan, sehingga menopang harga CPO,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, peningkatan serapan domestik akan memperketat keseimbangan pasokan global, yang pada akhirnya dapat mendukung stabilitas hingga penguatan harga CPO.

IHSG Masih Berpeluang Menguat Terbatas Pada Rabu (15/4/2026), Cermati Pendorongnya

Harga CPO Berpeluang Lanjut Menguat

Research Associate Panin Sekuritas Panin Sekuritas Luthfi Novardiansyah menilai kebijakan mandatori B50 akan memberikan sentimen positif bagi sektor CPO secara keseluruhan. Hal ini diperkuat oleh tren harga CPO yang sudah berada dalam fase bullish pada kuartal I 2026, yakni di level MYR 4.588 per metrik ton atau naik 13,3% year to date (YTD).

Ia menambahkan, harga CPO berpotensi melanjutkan penguatan seiring eskalasi tensi di kawasan Timur Tengah yang belum mereda, serta keterbatasan pasokan akibat meningkatnya permintaan domestik.

“Ini pun berpotensi mendorong harga CPO global ke depan,” katanya kepada Kontan, Jumat (10/4).

Emiten CPO yang Paling Diuntungkan B50

Menurut Luthfi, emiten yang memiliki eksposur langsung terhadap penjualan biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME) akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kebijakan ini.

Beberapa emiten yang disebut memiliki potensi dampak positif antara lain:

  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

  • PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)

  • PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

SMAR diketahui memiliki dua pabrik biodiesel dengan kapasitas produksi FAME sebesar 1,05 juta ton per tahun, yang berkontribusi sekitar 21,5% terhadap total pendapatan.

Sementara itu, TBLA mencatatkan lonjakan volume produksi FAME pada kuartal III 2025 sebesar 545 ribu metrik ton, naik 113% year on year (YoY). Kontribusi FAME terhadap total pendapatan perusahaan mencapai 47,5% pada periode 9M25.

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Rabu (15/4), Investor Perlu Waspada Profit Taking

Adapun JARR mencatatkan kontribusi penjualan utama yang berasal dari FAME sebesar 82,6% terhadap total pendapatan pada 2025.

Prospek Kinerja Emiten CPO Meningkat

Ke depan, Abdul Azis menilai kebijakan B50 berpotensi mendorong kenaikan average selling price (ASP) serta volume penjualan emiten CPO.

“Sehingga, secara kinerja bisa berpotensi meningkatkan kinerja baik dari top line maupun bottom line,” katanya.

Dengan kombinasi kenaikan permintaan domestik, potensi penguatan harga global, serta eksposur tinggi terhadap biodiesel, sektor CPO diperkirakan tetap menjadi salah satu sektor yang menarik dicermati investor.

Dalam risetnya, Abdul Azis juga merekomendasikan trading buy untuk PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target harga Rp 1.550–Rp 1.560 per saham. Adapun level support berada di kisaran Rp 1.415–Rp 1.400 per saham.