
Ifonti.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan transaksi jumbo. Melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited, emiten ini akan menjual seluruh saham tambang batubara di Australia, Kestrel Coal Group Pyt Ltd.
Jumlah seluruh saham Kestrel milik Adaro Capital Limited mencapai 720.385.220 atau 720,38 miliar juta saham biasa. Ini setara dengan 47,99% waran milik Adaro Capital.
Perusahaan telah menandatangani perjanjian jual beli atau sale and purchase agreement (SPA) dengan pihak ketiga sebagai pembeli. Adaro tidak menyebutkan pihak pembeli Kestrel Coal.
Dipimpin Grup Adaro, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Selama Sepekan Terakhir
Total transaksi ini terdiri dari pembayaran tunai di muka, sebesar US$ 1,8 miliar. Nilai ini akan dibayarkan pada saat tanggal penyelesaian transaksi dan tunduk pada penyesuaian berdasarkan syarat dan ketentuan dalam perjanjian jual beli. Lalu ditambah hingga US$ 550 juta pembayaran tunai bersyarat selama lima tahun, tergantung pada harga batubara.
Dengan ketentuan, untuk setiap tahun, pembayaran ini hanya dilakukan jika rata-rata harga harian yang dipublikasikan untuk index Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia dalam tahun penilaian, melebihi batas tertentu. Nantinya, nilai rencana transaksi yang akan diperoleh ACL akan dihitung berdasarkan proporsi kepemilikan ACL di Kestrel.
“Tujuan rencana transaksi adalah untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan investasi perseroan,” ujar Ray Aryaputra, Sekretaris Perusahaan AADI, dalam keterbukaan informasi, Selasa (14/4).
Dia mengatakan, tidak ada dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha AADI.
Laba Adaro Andalan (AADI) di 2025 Turun 36%, Tapi Analis Kerek Laba Tiga Tahun Depan
Mengingatkan saja, Adaro mengakuisisi Kestrel pada tahun 2018 lalu. Kala itu, Adaro bersama EMR Capital Ltd membentuk perusahaan patungan bernama Kestrel Coal Resources Pty Ltd untuk mengakuisisi 80% saham Kestrel Coal Mine.
Di perusahaan patungan tersebut, Adaro mengempit 48% saham, sementara EMR 52% saham. Total nilai akuisisi saat itu mencapai US$ 2,25 miliar. Dana akuisisi berasal dari utang sebesar 60% dan ekuitas sebesar 40%.
Kestrel Coal merupakan tambang batubara metalurgi (kokas) bawah tanah premium yang berlokasi di Bowen Basin, Queensland, Australia. Tambang ini terletak sekitar 40–51 km di utara/timur laut Emerald dan memproduksi batubara kokas keras untuk industri baja.