
Ifonti.com JAKARTA. Perusahaan sub-holding dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) optimistis mematok pertumbuhan pendapatan sebesar 10%–12% pada 2026.
Pada 2025, IPCC berhasil membukukan pendapatan operasi sebesar Rp 929,96 miliar. Artinya, pendapatan IPCC pada 2026 diperkirakan bisa mencapai Rp 1,04 triliun.
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Manajemen Risiko Indonesia Kendaraan Terminal Wing Megantoro bilang pihaknya masih optimistis akan kinerja tahun ini walaupun penuh dengan dinamika global dan domestik.
“Kemungkinan di 2026 bisa lebih karena ada beberapa potensi pendapatan yang dikerjakan oleh tim komersil untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya di ruang media Bursa Efek Indonesia, Rabu (22/4).
Prospek Emiten Energi Grup Pertamina Masih Menarik, Ini Rekomendasi Analis
Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Sugeng Mulyadi menambahkan tahun ini, mungkin tidak akan semudah 2025 tetapi pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan pendapatan dengan diversifikasi.
Di mana, IPCC juga aktif untuk mengikuti bidding tender dengan Original Equipment Manufacturer (OEM) untuk mengintegrasikan layanan dari hulu hingga ke hilir.
“Bidding dengan OEM dilakukan dengan skema business to business (B2B) untuk memberikan layanan terintegrasi dan harga yang lebih kompetitif,” jelas Sugeng.
Di mana, Sugeng menjelaskan pihaknya sudah memenangkan tender dengan perusahaan asal Jepang dan perusahaan kendaraan listrik asal China. Saat ini, IPCC dengan proses dengan perusahaan asal Korea Selatan.
Tak hanya itu, IPCC juga berpotensi mendapatkan peluang dari impor kendaraan listrik untuk pemenuhan kebutuhan pemerintah, khususnya koperasi desa merah putih.
“Beberapa kendaraan impor dari India kemungkinan dalam waktu dekat akan datang ke pelabuhan. Kami biasanya bekerja sama dengan perusahaan impor yang ditunjuk pemerintah,” ucap Sugeng.
IPCC juga menyiapkan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) guna mendorong produktivitas dan efektivitas. Salah satunya, pengelolaan lahan untuk gedung parkir.
“Kami sedang mengelola lahan sekitar 1,3 hektar yang bisa menambah kapasitas sekitar 30.000 sampai 40.000 kendaraan. Capex untuk pembangunan ini sekitar Rp 18 miliar sampai Rp 20 miliar,” kata Sugeng.
MDS Retailing (LPPF) Punya Strategi Ritel Multi Konsep Usai Ubah Nama, Cek Prospeknya