IHSG diproyeksi bergerak terbatas, ini level support dan resistance Kamis (7/5)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (7/5/2026), di tengah pengaruh sentimen global dan pergerakan harga komoditas.

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), IHSG ditutup menguat 0,50% ke level 7.092,47.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa global dan regional Asia.

Transaksi Kripto Domestik Turun di Maret 2026, Sentimen Global Picu Aksi Wait and See

“Penguatan IHSG didukung oleh ditundanya Project Freedom oleh Trump di Timur Tengah, serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, pada perdagangan Kamis (7/5/2026), penguatan IHSG diperkirakan relatif terbatas dan berpotensi mengalami koreksi.

“Untuk besok, IHSG kami perkirakan bergerak terbatas dengan support di 7.047 dan resistance di 7.170,” jelasnya.

Menurut Herditya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas, terutama penguatan harga emas dan pelemahan harga minyak mentah.

Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni BIPI di kisaran Rp268-Rp276, BKSL Rp122-Rp133, serta UNVR di area Rp1.955-Rp2.060.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, meskipun terbatas.

Rupiah Menguat Tipis, Sentimen Global dan Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi Katalis

“IHSG sedang berusaha memecah resistance, di mana level 7.100 menjadi target utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi penguatan IHSG masih terbuka dengan kisaran pergerakan di area 7.065 hingga 7.150.

Dari sisi sentimen, Nico melihat pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Selain itu, tidak adanya rilis data ekonomi signifikan dalam waktu dekat membuat pergerakan pasar cenderung ditentukan oleh sentimen eksternal.

“Besok IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan fokus pada perkembangan tensi geopolitik dan pertemuan Amerika dan Tiongkok,” tambahnya.

Ia juga menyarankan investor untuk mencermati sektor-sektor seperti energi, industrial, consumer cyclical, dan consumer non-cyclical yang dinilai masih menarik di tengah kondisi pasar saat ini.