Baru listing, saham BSA Logistic (WBSA) masuk kategori HSC, ini kata OJK

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT BSA Logistic Tbk (WBSA) yang belum lama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. 

Saham di sektor logistik ini seperti diketahui memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi sebesar 95,82% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat WBSA.

Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan status HSC bukan merupakan bentuk pelanggaran di pasar modal, melainkan peringatan dini bagi investor.

BEI Masukkan Saham BSA Logistics (WBSA) ke Kategori Saham Terkonsentrasi Tinggi

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan, penghitungan status HSC terhadap WBSA dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 10 April 2026.

Hasan bilang saat proses IPO berlangsung, WBSA telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk syarat minimum free float sebesar 15%.

“Setelah IPO baru dilakukan penghitungan, karena IPO-nya mengikuti ketentuan. Jadi free floatnya cukup, tapi kemudian kita lihat ternyata ada konsentrasi kepemilikan atau tidak,” kata Hasan di gedung BEI, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, Hasan menegaskan penetapan status HSC tidak melanggar regulasi pasar modal, melainkan menjadi peringatan dini bagi investor mengingat saham HSC memiliki volatilitas yang tinggi. 

“Kenapa tidak disanksi? Karena tidak melanggar. Tapi kita ingin itu menjadi informasi yang dipegang oleh para investor, setidaknya menjadi early warning. Nah, kalau konsentrasi kepemilikan itu kan sederhananya kemungkinan besar atau dampak langsungnya adalah sangat rentan atas volatilitas,” ungkap hasan.

Simak Prospek Kinerja BSA Logistics Indonesia (WBSA) Pasca IPO

Sebagai informasi, WBSA adalah emiten penyedia jasa logistik yang melantai di bursa pada 10 April 2026. WBSA menjadi emiten pertama yang melantai di bursa tahun ini. 

Lewat gelaran IPO, WBSA melepas 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. WBSA meraup dana segar Rp 302,4 miliar lewat aksi korporasi ini.

Sejak melantai di bursa, saham WBSA tercatat beberapa kali masuk radar unusual market activity (UMA) yang berujung pada suspensi perdagangan saham.