Menang tender Danantara, BIPI gandeng Bakrie dan Tommy Soeharto garap energi hijau

Ifonti.com JAKARTA.  Melalui Konsorsium Mentari Citra Lestari, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) memenangkan tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik alias waste to energy (WtE) gelombang kedua yang digelar Danantara.

Langkah ekspansi hijau yang radikal ini mendapat dukungan modal penuh dari Grup Bakrie melalui PT Bakrie Capital Indonesia yang telah menggelontorkan investasi  Rp1,06 triliun untuk mempertebal kepemilikan sahamnya menjadi 6,73%.

Bakrie Capital Indonesia juga menambah kepemilikan di BIPI  pada 25 Mei 2026. Bakrie Capital membeli 212,86 juta saham BIPI di harga Rp 180 per saham atau setara Rp 38,32 miliar.

Suntikan dana segar dan kemenangan tender ini menjadi fondasi utama untuk mengejar target ambisius, yaitu mengalihkan 50% sumber pendapatan ke segmen non-batubara dalam tiga tahun ke depan demi mendongkrak kembali kinerja fundamental keuangan korporasi yang sempat mengalami tekanan.

Sekretaris Perusahaa BIPI, Kurniawan Budiman menegaskan langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam penguatan portofolio investasi di sektor energi hijau yang mendukung pengembangan bisnis energi berkelanjutan

Aliansi strategis BIPI kian menggurita setelah perseroan resmi menggandeng Grup Humpuss milik Tommy Soeharto melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk berduet menggarap lima proyek energi berkelanjutan dengan total estimasi belanja modal mencapai US$ 1,5 miliar.

Palma Serasih (PSGO) Umumkan Dividen Rp113,10 Miliar dari Tahun Buku 2025

Keduanya akan berfokus pada proyek-proyek masa depan seperti pembangkit listrik panas bumi (geotermal) terintegrasi data center di Pulau Sabang Aceh, pembangunan Mini LNG Plant di Sidoarjo dan Batam, hingga infrastruktur hilir industri penunjang energi terbarukan.

Ekspansi ini menyempurnakan portofolio hijau perseroan yang sebelumnya telah mengamankan 20% kepemilikan saham di anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) untuk mengoperasikan fasilitas PSEL Cipeucang di Tangerang Selatan. Sekaligus memantapkan posisi BIPI di dalam sirkel elite penyedia energi bersih nasional.

Guna mendanai kebutuhan belanja modal (capex) segmen non-batu bara yang ditaksir mencapai Rp 86 triliun beberapa tahun ke depan, BIPI melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 99,9% di anak usaha tambang batubara, PT Sintesa Bara Gemilang Tbk senilai Rp 1,79 triliun kepada PT Indo Panca Borneo.

Divestasi jumbo ini menjadi strategi korporasi yang sangat menguntungkan karena selain mendatangkan likuiditas segar untuk ekspansi. BIPI juga resmi terbebas dari beban berat sebagai corporate guarantor atas utang tambang Sintesa Bara Gemilang  yang mencapai Rp4 triliun sehingga neraca keuangan perseroan menjadi jauh lebih sehat dan atraktif di mata investor.