
Ifonti.com Pada Minggu (31/5), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tetap bertahan pada posisi Rp 2.799.000 per gram. Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia juga stagnan di level Rp 2.609.000 per gram.
Rincian Potensi Laba Rugi Investasi Emas Antam
Bagaimana rincian potensi untung dan rugi investasi emas Antam jika dijual pada ?
Tabel Harga Emas Antam 31 Mei 2026 – Cek Semua Ukuran
Tanggal Pembelian Harga Emas per gram Harga Buyback per gram () Potensi Laba/Rugi 24 Mei 2026 Rp 2.773.000 Rp 2.609.000 -5.91% (rugi) 01 Mei 2026 Rp 2.799.000 Rp 2.609.000 -6.79% (rugi) 03 Maret 2026 Rp 3.122.000 Rp 2.609.000 -16.43% (rugi) 01 Desember 2025 Rp 2.415.000 Rp 2.609.000 8.03% (untung) 31 Agustus 2025 Rp 1.980.000 Rp 2.609.000 31.77% (untung) 31 Mei 2025 Rp 1.888.000 Rp 2.609.000 38.19% (untung) 03 Maret 2025 Rp 1.679.000 Rp 2.609.000 55.39% (untung) 01 Desember 2024 Rp 1.514.000 Rp 2.609.000 72.32% (untung) 31 Agustus 2024 Rp 1.401.000 Rp 2.609.000 86.22% (untung)
Sumber: Logam Mulia
ANTM Fokus ke Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor SDA lewat BUMN Khusus
Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, selisih (spread) antara harga emas dan harga buyback mencapai Rp 190.000 per gram.
Dengan selisih harga jual dan beli setebal itu, investasi emas hanya cocok untuk jangka panjang agar kenaikan harga mampu menutup selisih sekaligus memberikan laba.
Mekanisme Harga Jual dan Buyback Logam Mulia
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya. Harga emas yang tercantum merupakan harga yang berlaku ketika membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah nilai yang berlaku ketika investor menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
IHSG Melemah 0,56% Sepekan, Rupiah dan Rebalancing MSCI Jadi Tekanan
Sebagai gambaran, jika pagi ini investor membeli emas dari Antam seharga Rp 2.799.000 per gram, dan mendadak harus menjualnya kembali pada siang atau sore hari, emas tersebut hanya akan dihargai Rp 2.609.000 per gram. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, investor emas batangan berisiko salah menghitung potensi keuntungan maupun kerugian investasi mereka.