
Ifonti.com – , JAKARTA — Riset MNC Sekuritas mencatat tekanan di pasar saham domestik semakin besar seiring keluarnya dana asing dari IHSG yang mencapai Rp55,37 triliun hingga 2 Juni 2026. Selain itu, pelemahan saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar turut memperdalam koreksi indeks.
Pada perdagangan Rabu (3/6/2026) siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh lebih dari 4 persen. Pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS dan derasnya arus dana asing keluar dari pasar saham menjadi faktor utama yang menekan indeks.
Pada pukul 11.10 WIB, IHSG merosot 255,71 poin atau 4,13 persen ke level 5.939,71. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.928 per dolar AS.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan kurs rupiah menjadi sentimen utama yang membebani pasar saham domestik. Menurut dia, kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi dan aset keuangan di dalam negeri.
“Kami perkirakan koreksi yang terjadi di JCI saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang saat ini sudah mencapai Rp17.928 per dolar AS,” kata Herditya.
Menurut Herditya, sejumlah saham konglomerasi sebelumnya sempat menguat tajam dalam dua hari terakhir, bahkan ada yang menyentuh batas auto reject atas (ARA). Namun, penguatan tersebut tidak berlanjut dan berbalik menjadi tekanan bagi IHSG.
“Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA),” ujarnya.
Dari sisi teknikal, Herditya melihat ruang pemulihan pasar masih terbatas. Ia menilai IHSG masih berada dalam tren penurunan dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.