
Ifonti.com JAKARTA. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mengantongi persetujuan pemegang saham untuk go private dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (5/6/2026).
Direktur Utama Inti Bangun Sejahtera Ramadhan Kurnia Nusa menyampaikan rencana go private atau penghapusan pencatatan saham ini masuk dalam salah satu mata agenda yang sudah disetujui RUPS.
IBST bersama PT iForte Solusi Infotek sebagai pemegang saham pengendali telah melakukan evaluasi secara menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang Grup dalam rangka pengeluaran aset dan operasional yang lebih efisien.
Investor Disarankan Perbanyak Aset Ini Saat Pasar Saham Lesu Akibat Isu Domestik
Menurutnya, ini sejalan dengan pelaksanaan strategi bisnis manajemen tersebut dipandang perlu untuk melakukan restrukturisasi dalam grup termasuk meninjau ulang status kepemilikan saham oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
“Mempertimbangkan hal tersebut termasuk perkembangan pemenuhan kewajiban refloat oleh iForte. IBST memutuskan untuk mengajukan rencana Go Private dan delisting yang disertai proses penawaran tender sukarela,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (5/6/2026).
Ramadhan bilang setelah disetujuinya rencana go private dan delisting dalam RUPST, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku iForte akan melakukan penawaran tender sukarela.
iForte akan menggelar penawaran tender sukarela alias voluntary tender offer (VTO) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 5.400 per saham. Jika tidak ada aral melintang, pernyataan efektif VTO dari Otoritas Jasa Keuangan akan terbit pada 29 Juni 2026.
Masa penawaran tender sukarela oleh iForte ini akan berlangsung pada 1 Juli–30 Juli 2026. Sementara itu, batas akhir pembayaran voluntary tender offer jatuh pada 11 Agustus 2026.
Adhi Karya (ADHI) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 5 Triliun per April 2026