BEI suspensi 7 saham sekaligus hari ini (20/1), ada BELL, SINI hingga SPRE

Ifonti.com , JAKARTA —Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan sementara atau suspensi terhadap tujuh saham sekaligus mulai perdagangan hari ini, Selasa (20/1/2026). 

Tujuh saham yang mengalami suspensi ialah PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL), PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK), PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) dan PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. mengatakan suspensi terhadap tujuh saham tersebut dilakukan seiring dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. 

: Manajemen Pastikan Bank HSBC Tak Terdampak Suspensi HSBC Sekuritas

Yulianto dan Pande menyampaikan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BELL, SINI, ROCK, SPRE, BNBA, OASA dan EURO di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 20 Januari 2026 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” imbuh BEI.

: : BEI Suspensi Aktivitas Perdagangan Saham HSBC Sekuritas Mulai Kamis (15/1)

Berdasarkan data BEI, saham BELL melejit dalam sebulan terakhir dari posisi Rp68 pada 22 Desemberr 2025 ke posisi Rp148 per saham pada 19 Januari 2026. Artinya, saham BELL melonjak 117,65% dalam sebulan.

Sementara itu, saham SINI terpantau melonjak 78,60% dalam sebulan ke posisi Rp19.200 per saham hingga 19 Januari 2026. Pada saat yang sama, saham SPRE melejit dari posisi Rp171 pada 22 Desember 2025 ke posisi Rp366 per saham pada 19 Januari 2026 atau naik 108,19% dalam sebulan.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.