
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada Senin (20/4/2026), setelah harga sahamnya melesat signifikan dalam waktu singkat sejak pencatatan perdana.
Suspensi dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai sebagai bentuk cooling down, menyusul peningkatan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar.
Sebagai informasi, WBSA baru melantai di bursa melalui initial public offering (IPO) senilai Rp 168 miliar pada Jumat (10/4/2026).
Dalam enam hari perdagangan hingga Jumat (17/4/2026), saham ini telah naik 24,55% ke level Rp 685 per saham. Secara kumulatif, kenaikannya bahkan telah mencapai 307% sejak IPO.
Simak Prospek Kinerja Emiten Konstruksi di Tengah Tantangan Global
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, lonjakan harga saham WBSA lebih didorong oleh sentimen jangka pendek.
“Kenaikannya lebih dipicu oleh momentum IPO dan terbatasnya likuiditas saham di pasar, bukan karena faktor fundamental,” ujar Wafi kepada Kontan, Senin (20/4/2026).
Menurut Wafi, dengan kondisi tersebut, saham WBSA saat ini cenderung bersifat spekulatif dan lebih sesuai untuk strategi trading jangka pendek, bukan investasi jangka panjang.
Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, meski terdapat potensi dari proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan kawasan seperti PIK 2, kenaikan harga saham WBSA sudah melampaui valuasi wajarnya.
Ia mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap risiko koreksi, mengingat pergerakan harga yang terlalu cepat dalam waktu singkat.
Wafi juga menyoroti sejumlah risiko yang perlu dicermati, mulai dari potensi auto rejection bawah (ARB), valuasi yang sudah premium, hingga ketidakpastian regulasi.
Oleh karena itu, ia merekomendasikan investor untuk bersikap wait and see. Sementara itu, Nafan belum memberikan peringkat not rated terhadap saham WBSA.
BEI Resmi Implementasikan Kuotasi Liquidity Provider, Ini Daftar Sahamnya