
Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (NK) guna memperkuat kerja sama bilateral antarbank sentral kedua negara. Kesepakatan ini mencakup kolaborasi di berbagai sektor strategis kebanksentralan, mulai dari kebijakan moneter hingga digitalisasi sistem pembayaran.
Melalui nota tersebut, kedua institusi sepakat memperdalam sinergi dalam bidang stabilitas keuangan dan makroprudensial, pengembangan sektor keuangan, pertukaran informasi, hingga program pengembangan kapasitas. Kerja sama juga akan diperluas ke berbagai bidang lain yang disepakati bersama.
Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato’ Abdul Rasheed Ghaffour, mengatakan penandatanganan NK menjadi bentuk penguatan hubungan jangka panjang antara kedua bank sentral.
“NK ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI. Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Abdul Rasheed dalam keterangan resminya, Senin (11/5).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai nota kesepahaman tersebut menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan kelembagaan kedua bank sentral di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“NK ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM, serta lebih dari sekadar komitmen simbolis. Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini,” kata Perry.
Kesepakatan ini diharapkan memperkuat koordinasi kedua bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan di masing-masing negara. Selain itu, penandatanganan NK juga menjadi fondasi bagi kemitraan yang lebih erat dan berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia di sektor kebanksentralan.