
Ifonti.com DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (BI NTB) bersinergi dengan TNI Angkatan Laut kembali meluncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang berlangsung mulai tanggal 18 Mei – 24 Mei 2026.
Raden Aga Nugraha, Analis Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia menjelaskan dengan menggunakan Kapal Perang KRI Pulau Rimau-724, tim ERB akan menyinggahi 5 (lima) pulau Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di wilayah NTB, yakni Pulau Moyo, Pusu Langgudu, Medang, Maringkik, dan Gili Gede.
“Pada ekspedisi kali ini, kami membawa modal kerja penukaran sebesar Rp8,34 miliar angka ini meningkat 3,15% dibandingkan pelaksanaan tahun 2025,” ujar Raden dikutip Selasa (19/5/2026).
: Intervensi Pasar SBN demi Rupiah, Purbaya Klaim Aksi Jual Investor Makin Turun
Raden menjelaskan bahwa ERB merupakan bagian dari mandat UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk menjamin ketersediaan Rupiah layak edar di seluruh wilayah NKRI.
Tantangan geografis dan keberagaman tingkat pemahaman masyarakat terhadap uang Rupiah menjadi alasan utama pentingnya edukasi melalui ERB. Sejak tahun 2012 hingga 2025, kolaborasi ini telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling 3T dengan menjangkau 766 pulau.
: : Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Ditutup Melemah Rp17.700 pada Selasa (19/5)
“Keberhasilan ini bahkan telah diakui di tingkat global melalui penghargaan Currency Initiative Award dalam ajang Central Banking Awards 2024 di London. ERB dinilai sukses mengatasi kompleksitas geografis Indonesia melalui sinergi luar biasa dengan TNI Angkatan Laut,” tambah Raden.
Sejalan dengan hal tersebut, Komandan Lanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo, menegaskan dukungan penuh TNI AL dalam pelaksanaan ERB 2026.
: : Rupiah Ambrol, Mentan Ancam Cabut Izin Importir Kedelai yang Naikkan Harga Semena-mena
“Sinergi bersama Bank Indonesia merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi melalui penggunaan Rupiah di wilayah 3T,” jelas Asep.