Bursa Asia naik Selasa (12/5) pagi, meski Trump sebut gencatan senjata Iran kritis

Ifonti.com  Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026), meski muncul kembali keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen pasar sempat dibayangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” atau berada dalam kondisi sangat kritis.

BRI Danareksa: Rekomendasikan Buy Saham PANI, PNLF, dan RAJA, DSSA Masih Bearish

Trump pada Senin (11/5/2026) mempertanyakan kelangsungan gencatan senjata setelah menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington tidak dapat diterima.

“Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi sangat kritis, seperti pasien yang hanya memiliki peluang hidup 1%,” ujar Trump.

Meski demikian, pelaku pasar tampak tetap optimistis terhadap prospek pasar saham global.

Melasir data CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,2%, sementara indeks TOPIX menguat 0,54%.

Bursa Korea Selatan mencatat penguatan lebih besar, dengan indeks KOSPI melonjak lebih dari 2% setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru. Sementara indeks saham kecil KOSDAQ naik 0,62%.

Saham Teknologi Masih Downtrend, Ini Rekomendasi untuk GOTO, BELI, dan BUKA

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak relatif datar.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Index tercatat di level 26.421, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 26.406,84.

Chief Investment Officer GammaRoad Capital Partners Jordan Rizzuto menilai, pasar saat ini berada dalam kondisi “show me market”, yakni investor cenderung tidak lagi bereaksi berlebihan terhadap risiko geopolitik kecuali benar-benar berdampak pada fundamental ekonomi maupun kinerja korporasi.

Menurut Rizzuto, setelah melewati pandemi, lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga agresif, hingga kekhawatiran perang tarif dalam beberapa tahun terakhir, investor kini terbiasa memanfaatkan pelemahan pasar sebagai peluang beli.

Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Masih Wait and See, Fundamental Tetap Kuat

Ia juga menyoroti faktor struktural yang turut menopang reli pasar, seperti aliran dana ritel ke leveraged exchange traded fund (ETF) dan call options.

Kondisi tersebut mendorong dealer membeli saham acuan sebagai lindung nilai, sehingga memperkuat strategi hedging dan menambah perlindungan terhadap risiko penurunan pasar.

Sementara itu, pada perdagangan Senin (11/5/2026) waktu AS, indeks-indeks utama Wall Street kembali ditutup menguat.

Indeks S&P 500 naik 0,19% ke level 7.412,84 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,10% ke posisi 26.274,13. Kedua indeks tersebut kembali mencetak rekor tertinggi intraday maupun penutupan baru.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 95,31 poin atau 0,19% ke level 49.704,47.