
Emiten ritel otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 451,89 miliar atau Rp 170 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.
Dalam keterbukaan informasi, Minggu (31/5), dividend yield tersebut ditetapkan sebesar 16 persen terhadap harga saham perseroan pada penutupan perdagangan Senin (25/6).
Total dividen yang dialokasikan oleh MPMX setara dengan 97,83 persen dari laba bersih yang diraih pada tahun buku 2025, yakni sebesar Rp 461,89 miliar. Sementara itu, sisa dari laba bersih MPMX sebesar Rp 10 miliar ditambahkan ke dalam cadangan wajib.
Berikut jadwal pembagian dividen MPMX:
Tanggal efektif: 26 Mei 2026.
Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 8 Juni 2026.
Tanggal ex. dividen di pasar regular dan pasar negosiasi: 9 Juni 2026.
Tanggal cum dividen di pasar tunai: 10 Juni 2026.
Tanggal ex. dividen di pasar tunai: 11 Juni 2026.
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 10 Juni 2026.
Tanggal pembayaran dividen: 25 Juni 2026.
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, mengatakan, tahun lalu menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional. Menurutnya, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar.
“Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang perseroan,” kata Suwito.
Suwito menjelaskan, industri otomotif dan mobilitas nasional masih penuh tantangan, termasuk pelemahan daya beli masyarakat, tekanan pada pembiayaan kendaraan, serta normalisasi permintaan di beberapa segmen usaha sepanjang tahun lalu. Namun demikian, perseroan memastikan menjaga kinerja usaha yang sehat melalui pendekatan yang lebih selektif, disiplin, dan adaptif terhadap perubahan pasar.
“Perseroan terus berfokus pada disiplin operasional, efisiensi biaya, pengelolaan risiko yang prudent, serta optimalisasi portofolio bisnis guna menjaga kualitas kinerja dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tambahnya.