Freeport setor Rp 75 triliun ke negara, termasuk dividen dan bagi laba ke pemda

Ifonti.com JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) menyetorkan bagian keuntungan bersih perusahaan tahun 2025 kepada pemerintah pusat dan  daerah sebesar Rp 4,8 triliun.

Setoran yang sudah dilakukan pada 8 April 2026 ini menjadi tambahan dari yang sudah disetorkan PTFI sepanjang tahun 2025, sehingga total mencapai Rp 75 triliun.

Total setoran Rp 75 triliun ke negara ini meliputi penerimaan perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) termasuk royalti, bea keluar, PNBP lainnya dan keuntungan bersih, serta setoran dividen. 

Vietjet Perkuat Bisnis Ground Handling, Bidik Pasar Maskapai Internasional

Adapun, dividen kepada MIND ID sebagai pemegang saham Pemerintah Indonesia mencapai sebesar Rp 16,9 triliun.

PTFI juga menyetorkan bagian pemerintah daerah (pemda) senilai Rp 13,48 triliun. Terdiri dari Rp 10,6 triliun dibayarkan tahun 2025 dan Rp 2,88 triliun yang merupakan pembagian keuntungan bersih perusahaan tahun 2025.

Sedangkan dari bagian keuntungan bersih senilai Rp 4,8 triliun yang dibayarkan pada April 2026, PTFI menyetor kepada Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,92 triliun. Provinsi Papua Tengah mendapatkan pembagian Rp 720,5 miliar dan Kabupaten Mimika senilai Rp 1,2 triliun.

Setoran tersebut juga dibagikan ke kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah, yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya. Setiap kabupaten menerima Rp 137,2 miliar, sehingga total sebesar Rp 960,4 miliar.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan bahwa nilai setoran Freeport Indonesia ke negara dapat terus meningkat seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Tony menjelaskan, saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Tekanan Ekonomi Picu Tren Side Hustle, Franchise Jadi Pilihan

Tingkat produksi baru mencapai sekitar 40% hingga 50%. Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” kata Tony melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (8/5/2026).

Selain kontribusi langsung kepada negara, Tony menambahkan bahwa PTFI terus memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.

Sepanjang 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp 2 triliun dan akan terus berlanjut sekitar US$ 100 juta atau setara Rp 1,7 triliun per tahun hingga tahun 2041.

“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” ujar Tony.

Tony menambahkan, keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat di sekitar wilayah operasional turut meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya. “Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Karena itu, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” tandas Tony.

Perusahaan Korea Selatan Bangun Pabrik Rp 429 Miliar di KEK Industropolis Batang