Harga emas menguat di akhir pekan, tapi masih tertekan sepanjang Mei 2026

Ifonti.com  NEW YORK. Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (29/5/2026), terdorong optimisme pasar atas kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun, kenaikan ini belum cukup untuk mengangkat kinerja emas sepanjang bulan, yang masih berada dalam tren pelemahan akibat tekanan inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi di AS.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,5% menjadi US$ 4.556,84 per ons pada pukul 13.49 waktu New York, setelah sehari sebelumnya sempat jatuh ke level terendah dua bulan di US$ 4.365,76. 

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik 1,3% ke US$ 4.593.

Ekspektasi Penurunan Suku Bunga, Begini Proyeksi Harga Emas Hingga Akhir Tahun

Kenaikan harga emas dipicu laporan bahwa Washington dan Teheran berpotensi menyepakati perpanjangan gencatan senjata. 

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan segera memutuskan kesepakatan tersebut, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian kemampuan nuklir Iran.

Sentimen geopolitik ini mendorong pelemahan dolar AS dan harga minyak, dua faktor yang biasanya menjadi katalis positif bagi emas. 

“Emas bangkit dari level support teknikal penting, sementara harapan perpanjangan gencatan senjata menekan dolar dan minyak, yang keduanya mendukung emas,” ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures.

Indeks dolar tercatat menuju pelemahan mingguan, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli global. Di sisi lain, harga minyak juga diperkirakan melemah dalam pekan ini.

Harga Emas pada Akhir Pekan Reli ke Level Tertinggi Sebulan Terakhir

Meski demikian, tekanan utama bagi emas masih datang dari ekspektasi “higher for longer” atau suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. 

Data terbaru menunjukkan inflasi AS pada April naik ke level tertinggi dalam tiga tahun, dipicu lonjakan harga energi akibat konflik Iran, sehingga memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Suku bunga tinggi membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor. Secara keseluruhan, harga emas spot masih turun lebih dari 1% sepanjang Mei.

Di sisi permintaan fisik, pasar emas di India masih lesu akibat harga tinggi dan bea impor, sementara premi emas di China—sebagai konsumen terbesar—menyempit karena sentimen pembelian yang hati-hati.

Proyeksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan Masih Berpotensi Menguat, Tapi Terbatas

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya cenderung beragam. Harga perak tercatat stabil di US$75,62 per ons dan diperkirakan mencatat kenaikan bulanan. Platinum turun tipis 0,3% ke US$1.917,65, sedangkan palladium melemah 1,1% ke US$1.352,24 dan anjlok lebih dari 11% sepanjang bulan ini.