Harga minyak naik Kamis (28/5) pagi, AS dan Iran masih berselisih soal Selat Hormuz

Ifonti.com  JAKARTA. Harga minyak kembali rebound pada perdagangan Kamis (28/5/2026) pagi, setelah anjlok kemarin. Mengutip Bloomberg, pukul 07.21 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 90,31 per barel, naik 1,84% dari sehari sebelumnya.

Harga minyak naik setelah turun lebih dari 5% kemarin, karena AS dan Iran masih berselisih tentang tata cara pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, laporan terbaru menunjukkan adanya serangan militer baru di Iran.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak puas dengan pembicaraan perundingan AS-Iran, seperti yang dikatakan Gedung Putih. Trump juga menolak laporan bahwa Iran menyatakan bahwa Teheran dan Oman akan mengawasi jalur perairan Selat Hormuz.

Rupiah Diprediksi Melemah pada Kamis (28/5/2026), Simak Sentimen yang Membayangi

AS dikabarkan melancarkan serangan terhadap sebuah lokasi yang dianggap mengancam pasukan AS dan lali lintas di Selat Hormuz, menurut laporan Reuters, mengutip pejabat AS.

Serangan ini adalah serangan terbaru pekan ini, setelah pada awal pekan ini AS juga menyerang beberapa lokasi di sekitar Selat Hormuz.

Harga minyak mentah masih berada di jalur penurunan mingguan kedua karena optimisme tercapainya kesepakatan antara AS dengan Iran, meski masih ada sejumlah tantangan.

Poin-poin yang menjadi kendala negosiasi tersebut adalah program nuklir dan keinginan Iran untuk tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

“Meski pasar memperhitungkan prospek kesepakatan dengan optimisme yang kuat, kemungkinan pihak-pihak yang bersengketa meninggalkan meja perundingan tetap menjadi risiko yang jelas,” kata Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group Ltd.

Sementara itu, di AS, sebuah kelompok industri mengisyaratkan penurunan cadangan minyak lebih lanjut. American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah nasional turun 2,8 juta barel pada pekan lalu, termasuk penurunan di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma.

Wall Street Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Reli Saham AI Terhenti

“Pasar minyak saat ini sangat rendah,” kata Joe DeLaura, pakar strategi energi global di Rabobank.

Menurutnya, pelepasan cadangan minyak strategis serta penurunan impor China secara tajam membantu mengurangi Sebagian kerugian pasokan yang disebabkan oleh perang.