ICX optimistis investor masih lirik urun dana di tengah kenaikan BI rate

Ifonti.com JAKARTA. Perusahaan urun dana PT ICX Bangun Indonesia (ICX) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% secara alamiah akan mendongkrak daya tarik imbal hasil produk perbankan tradisional, seperti deposito. 

Direktur Operasional ICX, Gunawan Aldy mengatakan bagi sebagian investor dengan profil risiko konservatif, hal itu tentu memicu rotasi investasi untuk kembali ke instrumen yang lebih aman. Namun, Gunawan optimistis investor masih akan melirik urun dana, dengan pertimbangan imbal hasil yang diperoleh bisa di atas rata-rata deposito.

“Imbal hasil penerbit urun dana secara historis berkisar 10%–20%, jauh di atas rata-rata deposito perbankan yang saat ini berada di kisaran 4%–5%. Dengan demikian, yield premium yang ditawarkan tetap signifikan,” katanya kepada Kontan, Senin (1/6/2026).

Di tengah tren kenaikan suku bunga BI, Gunawan mengatakan platform urun dana perlu melakukan sejumlah upaya untuk menjaga investor tetap loyal dan tertarik berinvestasi di industri. Dia bilang platform urun dana perlu memastikan bahwa bisnis yang listing tetap menawarkan imbal hasil atau yield yang jauh lebih tinggi di atas rata-rata bunga deposito atau bunga perbankan. 

ICX Catat Total Dana yang Dihimpun Capai Rp 233 Miliar di 2025

“Adapun selisih keuntungan yang agresif tersebut menjadi kompensasi sepadan bagi investor atas risiko atau risk-adjusted return yang mereka ambil,” ucapnya.

Selain itu, Gunawan menerangkan urun dana memiliki mekanisme penerbitan efek bersifat surat utang. Dia bilang instrumen itu memberikan daya tarik yang kuat bagi investor saat masa kenaikan suku bunga BI. 

Sebab, menawarkan parameter yang terukur, yaitu kepastian kupon atau bunga, tenor, dan plafon pengembalian modal yang jelas sejak awal.

Menurut Gunawan, penerbit industri urun dana juga perlu menyajikan proyeksi imbal hasil yang lebih kompetitif di atas rata-rata suku bunga perbankan saat ini agar menjadi daya tarik utama bagi investor. Khususnya, bagi mereka yang memahami dan bersedia mengambil risiko yang lebih tinggi dibanding produk perbankan. 

ICX Nilai Prospek Bisnis Urun Dana Masih Cerah pada Tahun 2026 Ini

Lebih lanjut, Gunawan juga mengungkapkan bahwa investor ICX mendapatkan yield lebih tinggi dari rata-rata produk perbankan. Dia mencontohkan, salah satu efek saham yang listing di platform ICX, yakni PT Fitnessplus Usaha Bersama, membagikan dividen dengan yield 14,22% per tahun. 

Dia menambahkan bisnis sektor food and beverages juga menghasilkan yield yang tinggi, seperti PT Santhai Indonesia Gancit, yang berhasil membagikan dividen yield sebesar 13,35%, sedangkan PT Bisnis Sama Sama membagikan dividen yield hingga 15,14%.

Gunawan bilang investor juga bisa mencari penerbit-penerbit dengan yield bagus, serta memperoleh keuntungan capital gain dari jual-beli pada pasar sekunder yang dibuka setiap 3 bulan sekali selama 10 hari kerja. Adapun nilai transaksi pasar sekunder ICX pada 2025 mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar. 

ICX Proyeksikan Industri SCF Masuki Fase Konsolidasi 2026