Ifonti.com Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini, Senin (18/5) masih dipengaruhi sentimen jangka pendek dan menegaskan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.
“Nggak apa-apa nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu,” ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakesuma, Jakarta, Senin (18/5).
Diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (18/5) dibuka melemah di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap era suku bunga tinggi akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.
IHSG tercatat turun 94,34 poin atau 1,40 persen ke posisi 6.628,98. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga melemah 9,37 poin atau 1,42 persen ke posisi 648,51.
IHSG Kembali Dibuka Melemah Seiring Kekhawatiran Era Suku Bunga Tinggi Imbas Konflik
Purbaya mengatakan, Pemerintah akan mulai masuk ke pasar obligasi guna menjaga stabilitas pasar keuangan dan meredam potensi arus keluar dana asing.
“Nanti kita juga akan masuk ke bond market, mulai hari ini. Himbara juga sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi,” katanya.
Menurut Purbaya, langkah tersebut dilakukan agar pasar obligasi tetap terkendali dan investor asing tidak melepas kepemilikan surat utang akibat kekhawatiran kerugian dari penurunan harga obligasi.
“Sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” tutupnya.