
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 5,52% ke level 5.342,13 pada perdagangan Senin (8/6/2026). Jika dihitung sejak awal tahun, pergerakan indeks sudah terjun dalam 38,22%.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memproyeksikan sebelumnya IHSG memiliki peluang sebesar 61% untuk menyentuh level 5.530 dan target tersebut telah tercapai pada perdagangan hari ini. Setelah level tersebut ditembus, berdasarkan perhitungan terbaru, IHSG kini memiliki probabilitas sekitar 72% untuk bergerak menuju level 5.080.
Proyeksi tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan kondisi pasar. Namun, apabila tidak ada langkah cepat dan efektif dari pemerintah untuk memulihkan kepercayaan pasar, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 5.080 dalam waktu relatif singkat. Level tersebut juga semakin mendekatkan IHSG ke batas psikologis penting di kisaran 5.000.
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
“Level yang harus diperhatikan saat ini adalah 5.180 – 5.380,” kata Nico kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
Nico juga menerangkan ada sejumlah sentimen yang akan memengaruhi laju indeks, mulai dari perang Amerika dan Iran yang tidak kunjung usai, hingga potensi kenaikan tingkat suku bunga the Fed yang semakin nyata meskipun secara probabilitas masih di bawah 50%.
Selain itu, kisruh dalam negeri yang masih belum usai semakin membuat situasi dan kondisi kian semakin runyam.
“Kami khawatir, ketika perang berakhir, ekspektasi dan harapan pulih, mungkin hanya IHSG yang semakin ketinggalan apabila kita tidak berbuat sesuatu untuk memperbaiki ini semua,” tambahnya.
Oleh sebab itu dibutuhkan komunikasi dan perubahan secara cepat untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini. “Mengembalikan kepercayaan yang hilang, membutuhkan usaha dan waktu,” tutupnya.