Kinerja return unitlink saham terkontraksi paling dalam per Mei 2026

Ifonti.com JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 8,76% per Mei 2026. 

Mengenai hal itu, Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ada sejumlah katalis negatif yang menyebabkan kinerja unitlink tertekan, termasuk berbasis saham. Dia menyebut faktornya, yakni rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI), pelemahan kurs Rupiah, dan perubahan kebijakan pemerintah. Ditambah, adanya volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Wawan, kinerja unitlink berbasis saham diproyeksi masih akan sulit untuk terdongkrak positif karena kinerja pasar modal Indonesia yang juga masih melemah.

“Dengan kinerja pasar saham, seperti IHSG yang masih melemah, sulit bagi unitlink saham terutama yang investasinya di Indonesia untuk menjadi positif. Kecuali, bagi unitlink US$ yang investasinya ke luar negeri, beberapa masih positif signifikan,” ungkapnya kepada Kontan, Minggu (7/6/2026).

IHSG Terjun Bebas, Rupiah Loyo: Simak Rekomendasi Saham di Pekan Depan

Jika ditelaah dari data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis saham per Mei 2026 kontraksinya makin dalam, dibandingkan posisi per April 2026 yang sebesar 4,75%.

Sementara itu, kinerja unitlink berbasis campuran juga terpuruk cukup dalam, dengan rata-rata return terkontraksi 6,17% per Mei 2026. Adapun unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 0,88% per Mei 2026. 

Hanya unitlink berbasis pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 1,31% per Mei 2026. Wawan menjelaskan kinerja positif pasar uang tak terlepas dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25%. Dia juga memperkirakan unitlink pasar uang kemungkinan masih akan memperoleh kinerja positif ke depannya.

“Pasar uang justru diuntungkan oleh kenaikan suku bunga,” kata Wawan.