
Ifonti.com , JAKARTA — PT Gozco Capital, konglomerasi yang dikendalikan ipar Grup Wings, Tjandra Mindharta Gozali kembali menambah porsi kepemilikannya di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan nilai transaksi tercatat sebesar Rp98,12 miliar. Aksi ini menambah posisi Gozco Capital sebagai salah satu pemegang saham utama bank digital tersebut.
Pemegang saham lain BBYB adalah publik (58,10%), PT Akulaku Silvrr Indonesia (27,32%), serta Rockcore Financial Technology Co. Ltd (6,12%). Dua nama terakhir adalah perusahaan keuangan yang dikendalikan Ant Financial bagian dari Grup Alibaba.
Sedangkan Gozco Capital merupakan perusahaan dalam konglomerasi keluarga Gozali dengan pemilik Tjandra Mindharta Gozali. Sosok ini menikahkan anaknya Kreisna Dewantara Gozali dengan putri pendiri Wings Group Jane Stephanie Katuari. Keisna sendiri menjabat sebagai Komisaris di BBYB.
: Pesta Cuan Saham Grup Bakrie Awal 2026, BNBR Naik Lebih dari 60%
Direktur Utama BBYB Eri Budiono menyatakan peningkatan kepemilikan tersebut mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap kinerja dan arah transformasi perseroan.
“Kepercayaan yang terus tumbuh dari PT Gozco Capital mencerminkan semakin kuatnya keyakinan terhadap Bank Neo Commerce,” kata Eri dikutip dari Antara, Senin (19/1/2026).
: : Daftar Proyek Danantara Siap Groundbreaking Awal 2026
Berdasarkan laporan kepemilikan saham per 15 Januari 2026, Gozco Capital menambah 207 juta lembar saham BBYB dengan harga pembelian Rp474 per saham. Dengan transaksi tersebut, porsi kepemilikan Gozco Capital meningkat dari 7,76% menjadi 9,31% atau setara dengan 1,24 miliar lembar saham.
Sebelumnya, pada 26 November 2025, Gozco Capital juga telah menambah kepemilikan sebanyak 72.452.676 lembar saham BBYB.
: : BCA (BBCA) Likuidasi Anak Usaha di Hong Kong, Layanan Beralih ke Kanal Digital
Bank Neo Commerce Tbk. – TradingView
Dari sisi kinerja, Bank Neo Commerce mencatatkan perbaikan signifikan sepanjang 2025. Hingga akhir kuartal III-2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp464 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp4,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya
Rasio profitabilitas juga membaik. Return on Assets (ROA) naik menjadi 3,45% dari sebelumnya 0,03%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 16,96% dari 0,16%.
Kualitas aset turut menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). NPL gross turun dari 3,72% menjadi 2,92%, sedangkan NPL net membaik dari 0,99% menjadi 0,23%.
Menurut Eri, capaian tersebut menegaskan keberhasilan perseroan dalam menjaga portofolio kredit yang sehat sekaligus memperkuat manajemen risiko.
Memasuki 2026, Bank Neo Commerce juga memperkenalkan identitas korporasi baru. “Lima tahun perjalanan transformasi digital sudah kami lewati. Kini kami memperbarui semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan yang semakin relevan dan bermanfaat,” ujar Eri.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.