
Ifonti.com – , JAKARTA — Indonesia Infrastructure Finance (IIF), special mission vehicle (SMV) milik Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan, meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) seiring dengan pertumbuhan laba bersih tahun buku 2025.
Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar baru-baru ini, telah disepakati pembagian dividen sebesar Rp74 miliar. Jumlah itu setara 40% dari total laba bersih yang dibukukan IIF sepanjang tahun lalu yakni senilai Rp185 miliar.
Hasil itu juga menunjukkan peningkatan rasio pembayaran dividen IIF setelah sebelumnya mencapai kisaran 35% untuk tahun buku 2024.
: Laba Bersih IIF Tumbuh 51%
“Jadi, kalau tahun lalu dividend payout 35%, sekarang [tahun buku] 40%,” jelas Rizki saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Senin (11/5).
Adapun, IIF pada tahun lalu mencetak pertumbuhan laba bersih sekitar 51,2%. Pasalnya, IIF mencatatkan laba bersih sebesar Rp122,5 miliar pada 2024.
: : Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur, Cek Rekam Jejak SMI dan IIF
Hingga akhir 2025, IIF mencatat pembiayaan Rp44 triliun pada 182 proyek infrastruktur selama 15 tahun beroperasi. Rasio daya ungkit modal (leverage) IIF mencapai 17,6 kali dari ekuitas awal Rp2,5 triliun.
Total aset IIF juga meningkat sekitar 5% secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun. Hal itu didorong peningkatan aset produktif sebesar 2%.
: : Mengukur Daya Gempur SMI dan IIF Mengakselerasi Proyek Infrastruktur
Rizki lebih lanjut mengatakan bahwa IIF ke depan akan terus memperbaiki rasio pembayaran dividen seiring dengan upaya menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Ke depan kami akan memperbaiki payout ratio ini,” ungkap Rizki.
Untuk diketahui, IIF adalah lembaga keuangan swasta nonbank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial.
IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif pemerintah bersama dengan lembaga keuangan internasional. Saat ini kepemilikan IIF adalah PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).