
Ifonti.com , JAKARTA — Deretan saham pelayaran mulai dari PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) hingga PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) mencatatkan lonjakan harga saham dan masuk ke jajaran top gainers pada perdagangan perdana 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), setidaknya lima saham pelayaran masuk ke dalam jajaran saham paling kinclong atau top gainers pada perdagangan perdana 2026, Jumat (2/1/2026). Harga saham PT Logindo Samuderamakmur Tbk. (LEAD) misalnya melonjak 33,77% ke level Rp206 per lembar. Kemudian, saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) terbang 25% ke level Rp310.
Selain itu, harga saham HUMI melonjak 24,81% ke level Rp322 dan PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) menanjak 20,24% ke level Rp505. Baik HUMI dan BULL pun masuk ke dalam jajaran saham dengan transaksi tinggi di pasar. Saham BULL mencatatkan transaksi Rp697,14 miliar dan HUMI Rp589,21 miliar pada perdagangan perdana 2026.
Saham pelayaran lainnya yang mencatatkan kinerja kinclong adalah saham PT Temas Tbk. (TMAS) naik 22,39% ke level Rp164, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) naik 17,5% ke level Rp940, PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) naik 16,47% ke level Rp580, dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. (NELY) naik 14,29% ke level Rp464. Selain itu, SMDR menanjak 12,76% ke level Rp442 per lembar.
Lonjakan saham-saham pelayaran itu pun mengerek kinerja indeks saham sektor transportasi dan logistik atau IDXTRANS. Indeks mencatatkan kinerja paling kinclong dibandingkan indeks sektoral lainnya, menguat 6,56% ke level 2.095,02 pada perdagangan perdana 2026.
: Asing Net Buy Rp1,06 Triliun Awal 2026, Saham BUMI, GOTO, hingga DEWA Jadi Incaran
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan emiten pelayaran mulai bergeliat seiring dengan permintaan pasar yang sudah tinggi. Tercatat, sejumlah emiten pelayaran pun berekspansi menambah jumlah armadanya.
“Penambahan kapal baru dan ekspansi bisnis lainnya itu akan menjadi sentimen positif bagi emiten ke depan khususnya yang berbasis pelayaran,” ujar Nafan kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.
Ditambah, terdapat potensi peningkatan permintaan dari pasar internasional seiring dengan gejolak geopolitik. Uni Eropa (UE) telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat penghentian impor gas Rusia yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Eropa pun kemudian mencari alternatif pasokan gasnya.
Di sisi lain, emiten pelayaran juga masih menghadapi tantangan pergerakan harga komoditas yang relatif volatil serta pertumbuhan ekonomi global yang memberikan dampak pada supply chain.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Ezaridho Ibnutama dan Steven Willie dalam risetnya menilai geliat ekspansi yang dijalankan oleh emiten pelayaran mampu mendongkrak peluang pendapatan baru, seperti di SMDR.
“Kami menyukai SMDR karena ekspansi Jepang baru-baru ini ke Asia Timur memposisikan armada mereka untuk kontrak pengiriman bersih yang bermigrasi antara Samudra Pasifik,” tulis Ezaridho Ibnutama dan Steven Willie dalam risetnya.
Namun, terdapat tantangan bagi SMDR di antaranya penurunan tarif pengiriman yang menyebabkan kebocoran pendapatan sebagai akibat dari peningkatan jumlah kapal global dari pesanan kapal baru pasca Covid-19.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.