Mitratel (MTEL) lakukan merger internal, fokus ke bisnis IoT & internet

Ifonti.com JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel berencana menggabungkan dua entitas usahanya yaitu PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) ke dalam perusahaan. 

Dalam rancangan penggabungan usaha yang dirilis pada Jumat (8/5/2026), merger internal Mitratel ini akan efektif pada 1 Juli 2026. Untuk bisa mengeksekusi aksi korporasi ini, MTEL akan meminta restu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2026. 

Nantinya, Mitratel menjadi perusahaan penerima penggabungan antara Persada Sokka Tama dan Ultra Mandiri Telekomunikasi. Seluruh aset, liabilitas, hak, dan kewajiban kedua entitas usaha tersebut nantinya otomatis beralih ke MTEL.

Saham MDKA Ambles 13% Jelang Private Placement, Ini Rekomendasi Analis

Seiring dengan merger internal ini, anggaran dasar MTEL juga akan diubah setelah menerima entitas hasil penggabungan. Setidaknya, Mitratel akan menambah empat kegiatan usaha alias KBLI. 

Yakni, aktivitas jasa akses internet, aktivitas konsultasi dan perancangan internet of things (IoT), aktivitas penyediaan tenaga kerja sementara dan penyediaan SDM lainnya dan terakhir aktivitas telekomunikasi lainnya. 

Adapun merger internal ini dilakukan MTEL untuk menyederhanakan struktur grup, mengintegrasikan bisnis infrastruktur digital, dan memperkuat transformasi perusahaan menjadi platform Next-Gen TowerCo.

Manajemen Mitratel menjelaskan penggabungan ini akan menyederhanakan struktur Grup. Kemudian mengintegrasikan layanan menara telekomunikasi, fiber optic, akses internet, managed services, hingga IoT dalam satu entitas. 

“Penggabungan usaha diharapkan meningkatkan efektivitas pengelolaan operasional, integrasi sistem, pengelolaan SDM, dan governance perusahaan,” tulis Manajemen Mitratel.