
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 41,6 miliar atau setara Rp 30 per lembar saham. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (8/5/2026).
Sepanjang 2025, PANR tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 89,33 miliar.
Dari sisi top line, pendapatan PANR berhasil meningkat 23,06% mencapai Rp 3,8 triliun, dibandingkan tahun 2024 senilai Rp 3,09 triliun.
Presiden Direktur Panorama Sentrawisata Budi Tirtawisata mengatakan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebanyak 46,6% dari laba bersih tahun 2025 atau sebanyak Rp 41,6 miliar.
Bayar Deposit, Rukun Raharja (RAJA) Siap Akuisisi 5% Saham Layar Nusantara Gas (LNG)
“Di mana setiap lembar saham akan mendapat dividen sebesar Rp 30 per lembar saham,” ungkap Budi, Jumat (8/5/2026) lalu.
Dia melanjutkan, memasuki tahun 2026, perusahaan berhasil mencetak kinerja positif meskipun dihadapkan pada dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,0 triliun, tumbuh 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih meningkat 6,6% YoY, sementara EBITDA tumbuh 7% YoY.
“Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, namun PANR tidak berada dalam posisi defensif. Kami justru mengambil langkah proaktif untuk mengakselerasi kinerja dengan fokus pada segmen yang lebih resilient dan bernilai tinggi,” paparnya.
Kinerja positif perusahaan terutama didorong oleh pilar Inbound, yang mencatatkan pertumbuhan jumlah wisatawan (pax) sebesar 22,9% YoY.
Pertumbuhan ini ditopang oleh program chartered flight yang dilakukan untuk pasar Eropa dengan destinasi ke Thailand, serta ekspansi regional ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia.
Tekanan Global Masih Kuat, Rupiah Masih Berpeluang Melemah
PANR juga memperkuat pipeline bisnis melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang B2B internasional, seperti ITB Berlin dan ASEAN Tourism Forum (ATF), yang berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas permintaan ke depan.
Di sisi lain, pilar Travel & Leisure pada kuartal I-2026 menunjukkan ketahanan yang kuat pada segmen Korporasi melalui layanan meeting, incentive, dan corporate travel.
Untuk segmen retail melalui penjualan paket wisata tercatat ada tekanan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari lalu. Tekanan ini sedikit memberi dampak pada paket wisata yang menggunakan maskapai asal Timur Tengah seperti dari negara UAE dan Qatar, selebihnya berjalan normal, selain itu juga terdapat tekanan akibat peningkatan fuel surcharge.
Manajemen memandang tekanan eksternal saat ini bersifat sementara dan akan mereda seiring normalisasi harga energi serta stabilisasi kondisi global
Didukung oleh katalis positif seperti insentif pembebasan PPN tiket pesawat domestik dan relaksasi kebijakan visa Korea Selatan, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan industri pariwisata.
“Ke depan, PANR akan terus berfokus pada segmen dengan yield lebih tinggi, pengelolaan biaya yang lebih disiplin, serta menjaga fleksibilitas model bisnis agar adaptif terhadap dinamika pasar, sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan resilient,” pungkasnya.