
Ifonti.com JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penurunan laba bersih kala pendapatan naik di tiga bulan pertama tahun 2026.
SMRA mengantongi pendapatan neto Rp 2,23 triliun per kuartal I-2026. Pendapatan ini naik 6,14% year on year (YoY) dari Rp 2,1 triliun di kuartal I-2025.
Segmen pengembangan properti menyumbang mayoritas, yaitu Rp 1,41 triliun, ke pendapatan di periode ini. Lalu, segmen properti investasi berkontribusi Rp 589,01 miliar dan segmen lain-lain Rp 229,42 miliar.
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat pada Rabu (6/5), Cek Saham Rekomendasi Analis
Beban pokok penjualan dan beban langsung pun ikut naik menjadi Rp 1,1 triliun di akhir Maret 2026, dari sebelumnya Rp 1,03 triliun di periode sama tahun lalu.
Laba kotor menjadi Rp 1,12 triliun di kuartal I 2026, masih naik 5,86% dari Rp 1,06 triliun di kuartal I 2025.
Sayangnya, SMRA menderita penambahan beban dan biaya di periode ini. Pos beban umum dan administrasi naik dari Rp 312,11 miliar menjadi Rp 320,08 miliar di kuartal I 2026.
Lalu, biaya keuangan juga naik menjadi Rp 312,31 miliar di kuartal I 2026, dari sebelumnya Rp 268,85 miliar.
Alhasil, laba bersih menjadi Rp 189,76 miliar di kuartal I 2026, turun 20,34% YoY dari Rp 238,22 miliar.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 11,49 di akhir kuartal I 2026, dari Rp 14,43 di periode sama tahun lalu.
Per 31 Maret 2026, SMRA punya total aset Rp 39,75 triliun. Ini naik dari Rp 38,34 triliun per 31 Maret 2025.
IHSG Berpotensi Tembus 7.100 Rabu (6/5), Sentimen Domestik Jadi Pendorong
Total liabilitas perusahaan sebesar Rp 23,49 triliun di akhir Maret 2026, naik dari Rp 22,33 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 16,26 triliun per kuartal I 2026, naik dari Rp 16 triliun di akhir tahun 2025.
SMRA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 3,94 triliun di akhir Maret 2026, naik dari Rp 3,05 triliun di periode sama tahun lalu.