
Ifonti.com , JAKARTA — Saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC ditutup menguat pada perdagangan Senin (19/01/2026), seiring dengan aksi penambahan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital senilai hampir Rp100 miliar.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham BBYB ditutup naik 1% ke level Rp505 per saham pada perdagangan kemarin. Sepanjang perdagangan, saham bank digital ini sempat bergerak di rentang Rp486 sampai dengan Rp530, dengan level tertinggi intraday menyentuh Rp530 per saham.
Penguatan saham BBYB terjadi usai Gozco Capital menambah kepemilikan sahamnya secara signifikan. Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 15 Januari 2026, Gozco Capital memborong sekitar 207 juta lembar saham BBYB dengan harga rata-rata Rp474 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp98,12 miliar.
Aksi tersebut meningkatkan porsi kepemilikan Gozco Capital di BBYB dari 7,76% menjadi 9,31%, setara dengan sekitar 1,24 miliar saham.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menilai dukungan berkelanjutan dari pemegang saham utama menjadi dorongan positif dalam menjaga momentum pertumbuhan kinerja.
“Kami akan terus menjaga kinerja dan tata kelola yang baik sebagai pondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Eri dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).
Sebelumnya, BNC melaporkan adanya perubahan komposisi pemegang saham per 25 November 2025 yakni Gozco Capital tercatat menambah porsi kepemilikannya di bank digital tersebut.
Saat itu, pada 26 November 2025, Bank Neo mencatatkan bahwa kepemilikan Gozco meningkat dari 7,21% menjadi 7,76%, atau bertambah sekitar 72,45 juta saham. Dari sisi jumlah saham, kepemilikan meningkat dari 962,93 juta saham menjadi 1,03 miliar saham.
: Bank Neo (BBYB) Pilih Perkuat Fundamental di Tengah Wacana Penghapusan KBMI I
Bank Neo mencatatkan total laba bersih Rp464 miliar hingga akhir September 2025, dibandingkan dengan total laba bersih di periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,06 miliar.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat Rp7,49 triliun per September 2025 atau turun 19,1% dibandingkan dengan Rp9,26 triliun pada periode yang sama pada 2024.
Bank Neo membukukan dana pihak ketiga (DPK) tercatat stabil di Rp13,62 triliun pada akhir kuartal III/2025, tidak jauh berbeda dari Rp13,64 triliun pada September 2024. Secara triwulanan, DPK tumbuh 2,2% dibandingkan dengan posisi Juni 2025 sebesar Rp13,33 triliun.
Sementara itu, return on equity (ROE) juga meningkat signifikan ke 16,96% pada September 2025, jauh di atas 0,16% pada periode yang sama tahun lalu.
BNC mencatat perbaikan signifikan pada kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 3,72% pada September 2024 menjadi 2,92% pada akhir kuartal III 2025. Penurunan juga terjadi pada NPL net yang menurun dari 0,99% menjadi 0,23%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.