SOFA garap proyek sampah dari Danantara selama 30 tahun, bareng perusahaan China

Ifonti.com  JAKARTA. Keinginan PT Solusi Enviroment Asia Tbk (SOFA) mendapat kontrak pengolahan sampah menjadi energi listrik akhirnya terwujud. Emiten yang dulunya bernama PT Boston Furniture Indonesia Tbk ini mengumumkan jika pihaknya akan menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk dua lokasi. 

Direktur Utama Solusi Environment Asia Denny Rizal dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (25/5/2026) menjelaskan, proyek PSEL ini akan dikerjakan anak usahanya yakni PT Ananta Energi Asia  (AEA) bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. “Ada dua lokasi proyek nasional yang telah ditetapkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anaganta Nusantara untuk kami yakni di Denpasar Raya dan Bogor Raya,” papar dia. 

IHSG Berpeluang Menguat Selasa (26/5), Saham Bank Jadi Motor Saat Asing Net Sell

Menurut Denny, pembentukan konsorsium tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Danantara yang mewajibkan mitra operator internasional untuk menggandeng entitas lokal Indonesia, guna mendorong transfer teknologi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan setempat.

Zhejiang Weiming merupakan salah satu perusahaan pengelola PSEL terbesar dan paling berpengalaman di dunia, dengan portofolio proyek yang mencakup puluhan fasilitas beroperasi di Tiongkok. Pada tahun 2025, total produksi listrik Zhejiang Weiming dari operasi pengolahan sampah mencapai 4,62 miliar kWh, atau setara dengan konsumsi listrik tahunan sebuah provinsi menengah di Indonesia. 

Perusahaan ini telah ditetapkan oleh Danantara sebagai mitra kerja sama untuk dua dari empat lokasi PSEL tahap pertama, yakni Denpasar Raya dan Bogor Raya, dan menjadikannya salah satu pemenang terbesar dalam tender proyek PSEL nasional tahap pertama. 

Sementara pihaknya melalui Ananta Energi Asia berperan sebagai mitra lokal resmi dalam konsorsium bersama Zhejiang Weiming, bertanggung jawab atas koordinasi perizinan, hubungan dengan pemerintah daerah, dan transfer teknologi kepada kapasitas industri dalam negeri, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Danantara.

Ananta Energi didirikan bersama dengan PT Asia Investment Capital (AIC), selaku pengendali, pada tanggal 5 Februari 2026, dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 99% dan 1%.

Bagi emiten yang dulunya bergerak di bidang pengolahan mebel berbahan dasar kayu dan produk kayu lainnya ini proyek PSEL yang diperoleh oleh Ananta Energi Asia sebuah pencapaian material. Dalam jangka panjang, Denny memperkirakan, arus kas akan positif. “Potensi arus kas jangka panjang diperoleh karena skema perjanjian pembelian daya 30 tahun dengan PLN dengan tarif tetap US$ 0,2 per KWH,” terang dia. 

Saham SOFA pada Senin (25/5/2026) naik 9,47% di Rp 370 per saham. Sementara dalam satu bulan, saham SOFA turun 18,86%.