
Ifonti.com Bursa saham Amerika Serikat dibuka beragam dengan S&P 500 dan Nasdaq menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026).
Ditopang kenaikan saham-saham semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dinilai menjadi ujian penting terhadap permintaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
RMK Energy (RMKE) Akan Stock Split 1:5 untuk Dorong Likuiditas Saham, Cek Jadwalnya
Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka melemah tipis 15 poin atau 0,03% ke level 49.348,83.
Sementara itu, indeks S&P 500 naik 15,6 poin atau 0,21% ke posisi 7.369,19 dan Nasdaq Composite menguat 120,8 poin atau 0,47% ke level 25.991,509.
Saham NVIDIA Corporation, perusahaan paling bernilai di dunia sekaligus motor utama euforia AI global, naik 1,7% pada perdagangan premarket menjelang pengumuman kinerja kuartalan yang dijadwalkan setelah penutupan pasar.
Investor akan mencermati laporan tersebut untuk melihat apakah permintaan infrastruktur AI masih cukup kuat menopang valuasi tinggi saham teknologi dan AI.
XLSmart (EXCL) Absen Bagi Dividen, Begini Strateginya Pasca Merger
“Banyak harapan kembali bertumpu pada Nvidia. Perusahaan ini selalu menjadi sorotan utama setiap musim laporan keuangan,” ujar analis IG Group, Chris Beauchamp.
Ia menilai, pasar saham saat ini masih memiliki dorongan untuk melanjutkan reli apabila Nvidia mampu kembali mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar.
Kenaikan saham chip juga terjadi secara luas. Saham Marvell Technology melonjak 4,7%, Intel naik 4,8%, dan Micron Technology menguat 3,4%.
Sementara itu, ETF semikonduktor iShares Semiconductor ETF naik 2,2%.
Di sisi lain, pasar masih dibayangi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi tenor 10 tahun AS yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi 16 bulan di 4,687% turun tipis menjadi 4,635% pada Rabu.
Ganti Direktur, Jantra Grupo (KAQI) Bidik Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi Digital
Pelaku pasar kini meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun seiring lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi.
Harga minyak Brent memang turun sekitar 2% menjadi US$109,14 per barel setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan berakhir “sangat cepat”.
Namun investor masih berhati-hati karena ketidakpastian pasokan energi dari kawasan Timur Tengah masih berlanjut.
Pasar juga menunggu risalah rapat terbaru The Fed yang dijadwalkan dirilis malam ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 40% kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Desember mendatang.
Sementara peluang kenaikan agresif sebesar 50 basis poin naik menjadi 13,7%, dibandingkan hanya 4,2% sepekan lalu.
BEI Targetkan ETF Emas Meluncur pada Juli 2026
Dari sektor ritel, saham TJX Companies naik 3,5% setelah perusahaan menaikkan proyeksi penjualan dan laba tahunan.
Saham Target juga menguat 1,5% usai menggandakan proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan, sedangkan Lowe’s turun 2% setelah mempertahankan proyeksi kinerja tahunannya.