Yield dividen 4x bunga deposito, apakah saham bank blue chip ini layak beli?

Ifonti.com Jakarta. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan memberikan dividen jumbo kepada investor dengan yield setara 4x bunga deposito. Apakah saham bank berkarakteristik blue chip ini layak dibeli?

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyepakati pembagian dividen senilai Rp 44,47 triliun atau setara 79% dari laba bersih tahun buku 2025 yang sebesar Rp 56,3 triliun. 

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp 9,3 triliun telah dibayarkan lebih awal sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026, sedangkan sisanya akan didistribusikan kepada pemegang saham pasca penyelenggaraan RUPST.

Adapun dividen total per saham (total dividend per share/DPS) atas kinerja tahun buku 2025 bank berkode emiten BMRI ini sebesar Rp 476,95, naik dari DPS tahun buku 2024 senilai Rp 466,18 per saham.

 

Sementara itu, dividen tunai yang akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 sebesar Rp 35,15 triliun atau senilai Rp 376,96 per saham. Dengan demikian, investor akan mendapatan pembayaran dividen Rp 37.696 per lot saham BMRI.

 

Cum Date Saham GMTD: Lewat Hari Ini, Investor Kehilangan Hak Dividen Rp404/Lot

RUPST juga merestui rencana pembelian kembali saham perseroan dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 1,17 triliun yang akan dilakukan hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPST, yaitu 29 April 2027.

Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Tonton: Bensin Campur Etanol 20% Pemerintah Targetkan Mulai 2028, Impor BBM Dipangkas

Rekomendasi Saham BMRI

Harga saham BMRI ditutup menguat 0,68% secara harian ke Rp 4.420 pada Senin (4/5). BMRI membentuk pola upward bar didukung RSI yang berpotensi membentuk pola golden cross.

Di sisi lain, chikou span juga mulai mengalami penguatan. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas rekomendasi accumulative buy dengan target resistance di 4.560. “Support saham BMRI Rp 4.350,” ucap Nafan.

Secara kinerja, Bank Mandiri juga melanjutkan pencatatan yang bagus pada kuartal I 2026. Bank berlogo pita emas ini, membukukan laba bersih konsolidasi Rp 15,4 triliun, tumbuh 16,6% YoY, dengan profitabilitas terjaga di level Return on Equity (ROE) bank only 22,1% serta permodalan kuat tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,7 %. 

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank only juga melampaui rata-rata industri menjadi Rp 1.530 triliun atau naik 17,4% YoY dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross terjaga di level 0,98%. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 21,1% YoY menjadi Rp 1.675 triliun hingga Maret 2026.