
Ifonti.com , JAKARTA – Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan menangguhkan sejumlah perubahan untuk saham-saham Indonesia di dalam perhitungan konstituennya.
Penangguhan itu dilakukan hingga regulator pasar modal RI dapat mengatasi kekhawatiran terkait kepemilikan saham yang terkonsentrasi (tightly held) pada emiten-emiten yang tercatat. Langkah ini pun menjadi kemunduran terbaru bagi pasar saham terbesar di Asia Tenggara.
Penyusun indeks tersebut menyatakan akan segera menghentikan penambahan saham ke dalam indeks-indeksnya serta membekukan peningkatan jumlah saham yang dianggap tersedia bagi investor.
“[Masih ada] masalah mendasar terkait kelayakan investasi,” tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Bloomberg pada Rabu (28/1/2027).
: Harapan BUVA Hingga SSIA Masuk MSCI Gugur, Perubahan Saham Indonesia Dibekukan
MSCI juga menyebut masih ada kekhawatiran terhadap upaya terkoordinasi untuk mendistorsi harga untuk saham-saham asal Indonesia. Apabila Indonesia gagal menunjukkan kemajuan yang memadai dalam peningkatan transparansi hingga Mei, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia.
Langkah ini pun berpotensi menyebabkan penurunan bobot seluruh saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index, bahkan membuka kemungkinan penurunan status menjadi pasar frontier.
Keputusan penangguhan untuk saham Indonesia ini kelanjutan dari peninjauan ulang MSCI terhadap free float saham Indonesia dengan memperketat definisi free float, yaitu saham yang tersedia untuk diperdagangkan dan menjadi faktor kunci dalam penentuan bobot saham.
Jika MSCI menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia, yang saat ini sudah memiliki rata-rata free float terkecil di Asia, memiliki saham yang tersedia untuk diperdagangkan lebih sedikit dari yang dilaporkan, investor pasif akan dipaksa mengurangi kepemilikan mereka. Setiap perubahan akan mulai berlaku pada tinjauan MSCI bulan Mei.
“Tinjauan free float MSCI yang akan datang menambah lapisan kehati-hatian,” ujar Ernest Chew, kepala ekuitas ASEAN di BNP Paribas Asset Management.