IHSG diproyeksi terkonsolidasi pekan depan, cek rekomendasi sahamnya

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terkonsolidasi pekan depan. Sejumlah saham seperti MYOR, ELSA, hingga SMBR menjadi pilihan pekan depan. 

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan IHSG ditutup melemah tipis pada level 8.271,77 atau turun 0,03% pada perdagangan Jumat (20/2/2026), setelah sempat bergerak mixed

“Sentimen negatif antara lain berasal dari melemahnya indeks bursa Asia akibat memanasnya tensi AS-Iran, di tengah minimnya faktor positif baru dari domestik,” tulis Phintraco Sekuritas. 

: IHSG Naik Tipis 0,72% Sepekan, Asing Berbalik Net Buy Rp2,07 Triliun

Phintraco Sekuritas juga mencatat sektor noncyclicals mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan sektor infrastruktur membukukan penguatan terbesar. 

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran level 8.200-8.350 pada pekan depan. 

: : Menanti Kabar Baik MSCI, Reformasi Pasar Modal Penentu Rebound IHSG

Dari dalam negeri, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi US$2,54 miliar pada kuartal IV/2025 dari US$1,14 miliar kuartal IV/2024. Angka ini setara dengan 0,7% dari PDB dan berbalik dari surplus US$4,01 miliar di kuartal III/2025. 

Hal ini disebabkan oleh lebih rendahnya surplus neraca barang serta peningkatan defisit neraca jasa dan pendapatan primer, di tengah surplus neraca pendapatan sekunder yang melebar. 

: : Daftar Saham LQ45 Belum Penuhi Free Float 15%, BREN, SCMA, Hingga UNVR

Pada pekan depan, dari domestik dijadwalkan akan dirilis data Money Supply M2 (23/2/2026). Selain itu investor masih akan mencermati kelanjutan earning season kuartal IV/2025, serta mengantisipasi aksi korporasi pembagian dividen tahun buku 2025. 

Adapun sejumlah saham-saham yang menjadi pilihan Phintraco Sekuritas pada pekan depan adalah MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.