Para petinggi BCA (BBCA) kompak tambah kepemilikan saham, ini tujuannya

Ifonti.com , JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melaporkan perubahan kepemilikan saham yang dimiliki oleh anggota Direksi dan Komisaris perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tujuan transaksi yakni investasi jangka panjang.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada BEI, sebanyak lima direksi dan satu komisaris BBCA tercatat melakukan pembelian saham pada 25 Maret 2026 di level harga Rp6.982. Status kepemilikan saham baru yang dimiliki para pengurus BCA tersebut merupakan saham langsung.

Penambahan saham tercatat pada nama Presiden Direktur BCA Gregory Hendra Lembong, Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih, serta jajaran Direktur antara lain Santoso, Vera Eve Lim, dan Tan Ho Hien/Subur Tan. Lalu, Komisaris BCA yakni Tony Kusnadi.

: BCA (BBCA) Cetak Laba Bersih Rp9,22 Triliun per Februari 2026

Secara detail, kepemilikan saham Hendra Lembong bertambah 1,13 juta lembar menjadi 2,66 juta lembar. Persentase kepemilikan sahamnya di BCA meningkat menjadi 0,002% dari semula 0,001%. Kemudian, John Kosasih menambah 626.237 lembar saham menjadi 1,70 juta lembar, atau setara dengan persentase kepemilikan 0,001%. 

Pada tataran Direktur, jumlah saham yang dimiliki Subur Tan bertambah 618.958 lembar menjadi 11,78 juta lembar saham, dengan persentase kepemilikan yang meningkat dari 0,009% menjadi 0,01%.

: : Ada THR Susulan dari Dividen Bank Jumbo, BNI (BBNI) hingga BCA (BBCA)

Kepemilikan saham Vera Eve Lim bertambah sebanyak 549.859 lembar saham menjadi 3,28 juta lembar saham. Persentase kepemilikannya meningkat dari 0,002% menjadi 0,003%.

Lebih lanjut, Santoso tercatat memborong saham BBCA sebanyak 495,034 lembar saham sehingga jumlah saham setelah transaksi mencapai 3,76 juta lembar saham atau setara persentase kepemilikan 0,003%. 

: : Jadwal Buka Bank BCA (BBCA) Setelah Liburan Lebaran 2026

Terakhir, koleksi saham Tony Kusnadi bertambah 317.892 lembar saham menjadi 7,81 juta lembar, atau setara dengan persentase kepemilikan 0,006%.

Adapun harga saham BBCA naik 1,85% dalam sepekan. Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham BBCA berjalan loyo dengan turun 1.175 poin atau 14,55% (year to date/YtD). 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.