
Ifonti.com , JAKARTA — PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) menetapkan harga pelaksanaan initial public offering (IPO) pada level Rp168 per saham.
Harga tersebut berada di atas midpoint bookbuilding yang berlangsung pada 25 Maret hingga 27 Maret 2026 dengan rentang Rp150—Rp170 per saham.
Dikutip dari laman resmi e-ipo, Kamis (2/4/2026), emiten pada sektor transportasi dan logistik itu menetapkan harga pelaksanaan IPO pada level Rp168 dengan masa penawaran umum berlangsung pada 2–8 April 2026.
: Tangkap Peluang IPO WBSA, IPOT Incar Investor Ritel
Proses penjatahan saham telah dilakukan pada 8 April 2026, dengan batas akhir pemesanan melalui sistem e-IPO hingga pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, distribusi saham kepada investor dijadwalkan pada 9 April 2026.
Adapun, saham WBSA akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 April 2026. Artinya, WBSA akan menjadi emiten perdana yang merealisasikan IPO pada 2026.
: : 12 Perusahaan Antre IPO di BEI per Akhir Maret 2026, Dominan Perusahaan Jumbo
Melalui aksi korporasi itu, perusahaan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham. WBSA menargetkan dana segar hingga Rp306 miliar.
Berdasarkan perencanaannya, alokasi dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) guna memperkuat lini bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi WBSA di industri logistik nasional.
: : IPO BSA Logistics Jadi Pembuka 2026, Calon Emiten Lain Bakal Menyusul?
Sebagai perusahaan logistik yang telah berdiri sejak 1992, WBSA memiliki layanan end-to-end mulai dari transportasi darat, freight forwarding, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT).
Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan fundamental yang solid dengan total aset Rp1,15 triliun dan laba bersih Rp24,39 miliar per September 2025.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.