
Ifonti.com , JAKARTA — Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah kepemilikan saham di emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) pada April 2026.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Selasa (7/4/2026), Lo Kheng Hong membeli 1.240.000 lembar saham GJTL pada 2 April 2026. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikannya meningkat menjadi 219,47 juta lembar atau setara dengan 6,30%.
Aksi akumulasi ini melanjutkan pembelian yang telah dilakukan sepanjang Maret 2026. Mengacu data KSEI per 31 Maret 2026, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 218,03 juta saham atau setara 6,26%.
: Perubahan Jumlah Saham GJTL Lo Kheng Hong 31 Maret 2026
Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2025, kepemilikan Lo Kheng Hong di GJTL telah bertambah sekitar 13,81 juta saham sepanjang tahun berjalan 2026, dari sebelumnya 204,22 juta lembar atau 5,86%.
Secara rinci, sepanjang Maret 2026, Lo Kheng Hong menambah sekitar 2,55 juta saham GJTL melalui PT Sinarmas Sekuritas. Investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia tersebut juga tercatat membeli 80.000 saham pada 17 Maret 2026, sehingga kepemilikannya saat itu meningkat menjadi 210,32 juta lembar atau 6,04%.
: : Perubahan Kepemilikan Saham ENRG, EURO, GJTL, ROCK, SMMA, SSIA, SUPA Hingga TIRT per 18 Februari 2026
Sementara itu sepanjang 2025, Lo Kheng Hong tercatat menambah sebanyak 22,03 juta lembar saham GJTL, jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2024 sebanyak 182,19 juta lembar.
Kinerja Keuangan GJTL
Dari sisi kinerja keuangan 2025, Gajah Tunggal membukukan penurunan pendapatan secara tahunan dari Rp18,02 triliun pada 2024 menjadi Rp17,66 triliun per akhir Desember 2025.
: : Perubahan Jumlah Saham GJTL Lo Kheng Hong Periode Berjalan Februari 2026
Kendati demikian, GJTL mampu membukukan pertumbuhan laba bersih secara tahunan pada tahun lalu. Realisasi bottom line perseroan naik 4,7% dari Rp1,18 triliun pada 2024 menjadi Rp1,24 triliun pada 2025.
Adapun, Manajemen Gajah Tunggal dalam paparan publik pertengahan Juni 2025 mengungkapkan deretan strategi perseroan, salah satunya menangkap tren pabrikan mobil China di Indonesia.
“Untuk pabrikan mobil China untuk BYD, perusahaan sudah kerjasama dengan BYD dengan menggunakan salah satu brand perusahaan yaitu GITI,” tulis Manajemen Gajah Tunggal dalam laporan paparan publik yang dikutip Selasa (29/7/2025).
Terkait dengan rencana ekspansi, Gajah Tunggal menyatakan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) US$150 juta. Dari situ, sebagian besar digunakan untuk pengembangan lini truck and bus radial (TBR).
“Sebagian pendanaan dengan drawdown pinjaman dari sindikasi bank yang dilakukan secara bertahap sampai dengan pembelian mesin selesai,” pungkas manajemen.
Gajah Tunggal Tbk. – TradingView _____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.