Vale bakal gelar RUPS, simak historis dividen INCO selama 6 tahun

Ifonti.com , JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan enam mata acara. Salah satunya adalah persetujuan atas penggunaan laba bersih tahun buku 2025 perseroan.

Melansir keterbukaan informasi, INCO bakal menggelar RUPST pada Selasa (2/6/2026) di Jakarta. Nantinya, para pemegang saham yang namanya telah tercatat pada Daftar Pemegang Saham perseroan selambatnya hingga 4 Mei 2026, menjadi peserta rapatnya.

Agenda pertama dalam RUPST INCO adalah persetujuan atas laporan tahunan yang termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dan pengesahan laporan keuangan INCO untuk tahun buku 2025. Selain itu, INCO juga bakal meminta persetujuan pemegang saham untuk memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada anggota direksi dan komisaris atas kepengurusan selama 2025.

: Laba Vale Indonesia (INCO) Melonjak 100% jadi Rp757,54 Miliar Kuartal I/2026

Agenda kedua merupakan persetujuan atas penggunaan laba bersih yang telah mampu dibukukan perseroan sepanjang 2025.

Adapun INCO membukukan laba bersih sebesar US$76,1 juta atau setara Rp1,27 triliun (kurs jisdor Rp16.720 per dolar AS) sepanjang 2025, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring kinerja operasional yang tetap solid dan efisiensi biaya yang terjaga di tengah tekanan harga nikel global.

: : Vale (INCO) Dijagokan Analis, Ketahanan Inventaris Kunci Hadapi Krisis

Berdasarkan catatan Bisnis.com, pada tahun buku 2024, INCO membagikan dividen senilai US$34,65 juta atau setara Rp573,04 miliar (kurs Jisdor Rp16.535 per dolar AS) kepada pemegang sahamnya. Saat itu, INCO hanya mampu membukukan laba bersih senilai Rp931,33 miliar atau setara dengan US$57,76 juta.

Sementara pada tahun buku 2023, absen membagikan dividen. Manajemen saat itu menerangkan bahwa para pemegang saham sepakat untuk tidak membagikan dividen lantaran INCO tengah mengejar tenggat penyelesaian tiga proyek bernilai jumbo di Sulawesi.

: : Paradise Property (INPP) Andalkan Recurring Income Dorong Pertumbuhan

Pada tahun buku 2022, dividen yang dibagikan INCO sebesar US$60,12 juta atau sekitar Rp890,38 miliar, sehingga dividen per saham adalah sebesar Rp89,6. Pembayaran dividen ini setara dengan 30% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yaitu sebesar US$200,4 juta.

Sementara itu, pada tahun buku 2021, INCO memutuskan untuk tidak membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Keputusan ini disetujui dalam RUPST 2021 dengan mempertimbangkan kebutuhan belanja modal untuk tiga proyek yang sedang berlangsung di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, serta kebutuhan modal kerja INCO di masa depan. 

Lebih lanjut, pada tahun buku 2020, INCO menyetujui pembagian dividen sebesar US$33 juta, yang setara dengan 40% dari laba bersih tahun 2020 sebesar US$82,82 juta. Pembayaran dividen pada tahun 2020 merupakan yang pertama dalam enam tahun terakhir, setelah terakhir kali dividen dibagikan untuk kinerja tahun buku 2014.

Pada RUPST tahun buku 2019, pemegang saham juga memutuskan tidak membagikan dividen. Hal itu lantaran mempertimbangkan kondisi kas perusahaan.

Agenda ketiga dalam RUPST INCO adalah persetujuan atas remunerasi bagi anggota dewan komisaris, beserta gaji, tunjangan, dan bonus bagi anggota direksi untuk tahun buku 2026; agenda keempat merupakan penunjukkan akuntan publik untuk laporan keuangan tahun buku 2026; dan agenda kelima merupakan laporan realisasi penggunaan dana hasil PUT dalam rights issue pada 2024.

Terakhir, INCO bakal meminta persetujuan atas perubahan susunan pengurus perseroan. Meskipun begitu, belum terang siapa saja yang akan digantikan dalam RUPST kali ini.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.