IHSG anjlok terdampak rebalancing MSCI, begini respons OJK

Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpukul pada pagi ini usai pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International alias MSCI.

IHSG tercatat dibuka melemah 94,96 poin (-1,38 persen) ke level 6.763,94 pada perdagangan hari ini dan terpantau masih ada di zona merah hingga siang ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun angkat suara terhadap kondisi tersebut dan mengatakan pelemahan IHSG yang terjadi sejauh ini masih wajar dan belum menunjukkan kepanikan di pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan penurunan indeks yang terjadi masih terkendali tanpa aksi jual besar-besaran dari investor.

“Hari ini kalau kita cermati tadi sampai pukul 10 terkonfirmasi ada penurunan indeks, tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar dan sebagai konsekuesi reaksi rebalancing,” kata Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026).

1. Saham terdampak tidak ada yang ARB

Lebih lanjut Hasan mengatakan, saham-saham yang terdampak pun terpantau tidak mengalami auto rejection bawah (ARB) atau menyentuh harga terbawahnya.

Harga emiten-emiten terdampak menurut Hasan juga masih dalam batasan koreksi dan rentang wajar diikuti frekuensi serta volume perdagangan dan nilai transaksi cukup baik.

“Secara rata-rata tidak ada perbedaan, normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian,” tutur Hasan.

2. Enam saham didepak dari MSCI Global Index

Sebelumnya, MSCI mengumumkan tinjauan indeks global untuk Mei 2026. Dalam pengumuman anyarnya, MSCI menyingkirkan enam saham domestik dari MSCI Global Standard Index dan tidak ada saham baru yang masuk.

Adapun keenam saham yang terdepak dari MSCI Global Standard Index tersebut adalah PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).

3. 13 saham ditendang dari MSCI Global Small Cap Indexes

Di sisi lain, MSCI juga mengeluarkan 13 saham domestik dari daftar MSCI Global Small Cap Indexes dan memasukkan satu saham ke dalam indeks tersebut.

Saham baru yang masuk indeks tersebut adalah PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).

Berikut ini daftar 13 saham yang ditendang keluar dari MSCI Global Small Cap Index:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Seluruh perubahan yang disampaikan MSCI tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Buntut Pengumuman MSCI, Rupiah Rontok Pagi Ini IHSG Pagi Ini Kembali Jeblok usai Rebalancing MSCI Terbaru Dirilis 3 Saham Orang Terkaya di RI Didepak dari MSCI Global Standard Index