Bank Permata (BNLI) tebar dividen Rp35 per saham, total Rp1,26 triliun

Ifonti.com , JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. (BNLI) memutuskan pembagian dividen senilai Rp35 per saham atau secara total Rp1,26 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.

Penggunaan laba bersih tahun buku 2025 itu telah disepakati Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026).

“Pada agenda kedua RUPST ini, pemegang saham menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp3,6 triliun,” kata perseroan dalam keterangan resminya, dikutip pada Rabu (8/4/2026).

: Ada Wacana Free Float 15%, Bank Permata (BNLI) Tunggu Kepastian Regulasi

Adapun hasil tersebut akan dibagikan sebagai dividen sebesar kurang lebih Rp1,266 triliun (bruto) atau sebesar Rp35 per saham untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 kepada para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen final tunai.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menyampaikan, perseroan sepanjang 2025 secara konsisten menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.

: : Laba Bersih Unit Usaha Syariah Permata Bank (BNLI) Tumbuh Melesat sepanjang 2025

Dia menyebut, perseroan ingin membangun Bank yang tumbuh bersama nasabah serta memperdalam hubungan jangka panjang melalui layanan yang relevan, dengan menjadi bank pilihan dan utama untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan sehari-hari, baik untuk individual, bisnis, dan keluarga lintas generasi.

“Dengan dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali, Permata Bank akan terus memberikan layanan yang terbaik sekaligus menciptakan nilai tambah dan dampak positif bagi nasabah serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

: : Naik Tipis, Bank Permata (BNLI) Bukukan Laba Rp3,58 Triliun pada 2025

Kinerja Keuangan BNLI 2025

Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp3,58 triliun sampai dengan akhir 2025. Raihan laba tersebut naik tipis 0,59% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp3,56 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank mengalami pertumbuhan sebesar 8,37% YoY menjadi Rp139,48 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp128,71 triliun. Pada periode yang sama, pembiayaan syariah tercatat senilai Rp23,85 triliun. Dengan demikian, secara total penyaluran kredit/pembiayaan BNLI mencapai Rp163,33 triliun, tumbuh 5,5% YoY dari Rp154,88 triliun.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan meningkat 3,93% YoY menjadi Rp192,81 triliun sepanjang 2025. Tahun sebelumnya, total DPK Permata Bank mencapai Rp185,52 triliun.

Pertumbuhan DPK sepanjang 2025 utamanya ditopang oleh peningkatan simpanan dana murah (CASA) yang mencapai Rp123,17 triliun. Realisasi itu naik 20,14% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu Rp102,52 triliun. Sebaliknya, simpanan deposito menyusut 16,10% YoY menjadi Rp69,63 triliun hingga akhir 2025.